DPD Demokrat Klaim Lasarus Bikin Gaduh Jelang Musda

Internal Demokrat Malut Makin Memanas

TERNATE-PM.com, Suhu politik di internal Partai Demokrat Maluku Utara menjelang pelaksanaan musyawara daerah semakin memanas. Ini setelah pengurus di internal partai bintang mercy itu mempertanyakan status Lasarus sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Halmahera Utara.

Jasman Naser kepada media ini, Minggu (12/12/2021) mengatakan, Lasarus disinyalir turun gunung menggalang dukungan atau mempengaruhi seluruh ketua Plt DPC kabupaten kota dengan mencatut naman DPP untuk memenangkan salah satu bakal calon yakni Rahmi Husen bertarung di musda nanti.

"Lasarus ini siapa? Kami ini sudah lama berorganisasi, yang dilakukan Lasarus ini sebuah sikap yang mencederasi proses demokrasi menjelang musda," ujar Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Maluku Utara, Jasman Naser.

Ia mengatakan, jangan hanya karena kepentingan tertentu, suhu politik internal partai memanas. Untuk itu, ia meminta kepada DPP segera mengklarifikasi hal tersebut demi soliditas di tubuh Partai Demokrat.

"Kami berharap DPP segera mengklarifikasi hal ini. Soliditas di tubuh partai senantiasa kita jaga. Namun ada oknum yang sengaja melakukan hal-hal tidak etis. Ini membuat kami geram," tegasnya.

Lanjutnya, pihaknya meminta kepada DPP menindak dengan tegas kepada Lasarus. Ia menegaskan Lasarus untuk tidak membuat gaduh pelaksanaan musda di Maluku Utara.

"Kami meminta agar Lasarus yang mengatasnamakan DPP ditindak dengan tegas. Kalau tidak, jangan berharap musyawara daerah berjalan dengan mulus," tegasnya.

Jasman mengaku telah mengantongi informasi dari beberapa Plt DPC yang sudah memberikan dukungan kepada Rahmi Husen atas perintah Lasarus yang mengatasnamakan DPP.

“Sepengetahuan kami yang bersangkutan (Lasarus) itu Anggota Satgas GP-KPD, yang datang melakukan konsolidasi kepemimpinan Ketua Agus Harimurti Yudhoyono ke DPC-DPC. Menurut kami, dia gagal melakukan tugasnya, karena banyak kader DPC terlibat KLB Moeldoko di Deli Serdang,” ujarnya.

Sementara, Ketua Plt DPC Demokrat Sula, Gustaf membantah apa yang diinstrukasin Lasarus. Gustaf yang juga pengurus DPP itu mengatakan, tidak ada instruksi dari pusat untuk memenangkan salah satu kandidat.

Ia menjelaskan, tujuan dilaksanakanya musda itu ada tiga hal penting yakni ajang evaluasi program, merumuskan program kerja lima tahun kedepan dan memberikan dukungan kepada calon ketua DPD yang bisa membawa perubahan.

Jadi, lanjutnya, semua DPC punya kebebesan menentukan siapa kader yang didukung memimpin DPD.

"Jadi tidak ada arahan dari DPP. Kalau ada yang mengatasnamakan DPP untuk memilih Rahmi Husen itu tidak benar. DPP tidak punya kebiasan mengarahkan. DPP memberikan kemandirian penuh kepada DPC untuk memelih," ujarnya.

"Jadi silahkan DPC menilai siapa yang pantas dipilih," imbuhnya.

Menurut Gustaf, kader yang pantas memimpin DPD Maluku Utara itu harus komitmen membangun partai, punya rekam jejak yang bagus dan memiliki cita-cita politik yang lebih baik kedepan.

"Kita berharap soliditas untuk memenagkan Pileg dan Pilpres nanti," harapnya. (Piong/red)

Komentar

Loading...