Perkim Malut Sumbang Utang Terbesar Jelang Akhir Jabatan AGK-YA

Kantor Gubernur Maluku Utara.

SOFIFI-pm.com, Pemerintahan Gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Gani Kasuba (AGK) Dan Wakil Gubernur, Al Yasin Ali meninggalkan utang ratusan miliar jelang berahkhirnya periode pada 31 Desember 2023.

Sesuai penelusuran data, utang tersebut tersebut di 34 OPD lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut). Total rinciannya, Rp230.072.321.284,53 atau 43 persen.

Dari total utang tersebut, terdapat empat OPD yang menyisahkan utang terbesar. Yakni, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dispekrim), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud Malut), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan RSUD Dr. Chasan Boisorie (CB) Ternate.

Dengan sisa waktu yang ada, tentu sangat diragukan pernyataan gubernur sebelumnya bahwa akan menyelesaikan utang sebelumnya kepempimpinan periode kedua berakhir.

Rincian utang OPD tersebut, Dispekrim mendulang besaran utang sebesar Rp55.561.305.084,10,-, sementara realisasi baru mencapai Rp25.464.765.486,00,-. Artinya, dari sekian utang tersebut masih tersisa Rp30.186.539.598,00-,.

Untuk Dikbud Malut total utang sebelumnya sebesar Rp47.079.851.472,40 dengan realisasi Rp32.096.853.134,00. Sisa utang Rp14.982.998.338,40,-.

Dinas Kesehatan, total utang sebelumnya, Rp29.833.639.950,40,-, realisasi Rp4.451.379.700,00. Sisa utang Rp25.382.260.250,40,-.

Sementara RSUD Dr. Chasan Boisorie Ternate, utang sebelumnya Rp22.202.953.659,30,-, hingga sampai saat ini realisasinya masih Rp0.

Terpisah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Maluku Utara (Malut), melalui sekretaris, Sulik Yaya Budi Santoso dikonfirmasi pada Sabtu, 25 November pekan lalu ihwal utang tersebut enggan berkomentar banyak.

Ia lantas mengarahkan awak media mengonfirmasi langsung kepada Kabid Perbendaharaan, Sulvana Andili.

"Nanti bisa cek di Perbendaharaan,” singkatnya.

Komentar

Loading...