Politisi PDIP Sebut Gubernur AGK Kelola Birokrasi Seperti Bermain Latto-latto

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Idiologi DPD PDI Perjuangan Maluku Utara, Salim Taib.

SOFIFI-pm.com, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Idiologi DPD PDI Perjuangan Maluku Utara, Salim Taib turut menyikapi pergantian sejumlah kepala dinas di lingkup pemerintah provinsi yang terus menuai kecaman publik.

Salim menilai, sikap gonta-ganti pejabat oleh Gubernur Maluku Utara, KH. Gubernur Abdul Gani Kasuba (AGK) memberikan preseden buruk dalam mengelola birokrasi.

Dirinya bahkan menyebut Gubernur AGK menata pemerintahan seperti bermain yoyo, dan latto-latto. Karena kata dia, gubernur nekat manabrak aturan dengan membenturkan bawahannya antara satu dengan lain.

“Bukankah ini seperti anak-anak yang sedang bermain lato-lato? Dan tindakan Gubernur seperti anak kecil yang sudah kasih permainan ke temannya, namun hanya 5 menit kemudian diambil kembali, dan itu dianggap biasa saja,” sentilnya.

Menurutnya, ketiak menggunakan hak prerogatif untuk merotasi pembatnnya, gubernur harus mempertimbangan aspek konflik kepentingan dan pelayanan publik. Bukan sekedar pergantian jabatan.

Lebih lanjut Salim menyampaikan, sebaiknya gubernur dua periode itu fokus pada masalah  mogoknya para dokter RSUD Chasan Boesoire (CB) yang ditengarai hak-hal mereka tak kunjung dibayar Pemprov Malut.

Dirinya bahkan mendesak DPRD mengeluarkan impecmen terhadap Gubernur AGK, karena dinilai gagal mengelola birokrasi dan menuntaskan masalah mendasar di RSUD CB.

Terpisah, Praktisi Hukum, Agus Salim R Tampilang turut menyoroti kebijakan AGK. Menurut Agus, pada akhir kepemimpinannya, gubernur tidak perlu melakukan pergantian yang bermuatan politis.

Ia menilai dari aspek hukum, pergantian yang terkesan karena desakan orang-orang dekat akan menjadi bumerang bagi mantan Wakil Gubernur Maluku Utara itu setelah masa jabatannya selesai.

“Ini kalau dipindahkan sana-sini, administrasi pemerintah provinsin nanti akan kacau balau. Ini membahayakan gubernur pasca menjabat nanti. Gubernur harus lebih bisa menahan diri,” tukasnya.

Komentar

Loading...