NasDem Jaring 48 Bacaleg, Kader Partai Masih Mendominasi

Penyerahan berkas bacaleg dari Ketus Bappilu, Omar Kayam (kanan dari tengah) ke Sekretaris DPD NasDem Kota Ternate, Hi. Djasman Abubakar (kiri dari tengah).

TERNATE-pm.com, Program NasDem Memanggil yang ditetapkan untuk proses penjaringan bakal calon anggota DPRD Kota Ternate sejak 10 Oktober 2022 lalu, resmi ditutup pada Sabtu (22/10/2022) pukul 17.00 WIT.

Sekretaris DPD NasDem Kota Ternate, H. Djasman Abubakar mengatakan, pada masa penjaringan itu, terdapat 48 bakal calon yang mendaftarkan diri. Di mana dari puluhan bakal calon legislatif (Bacaleg) itu berasal internal dan ekternal partai.

"Sebagai pimpinan partai saya menyampaikan terima kasih kepada tokoh maupun kader yang mengambil bagian pada program NasDem Memanggil kali ini," kata Djasman saat ditemui media ini di Sekrtarian DPD NasDem Kota Ternate, Sabtu (22/10/2022) malam.

Ia menerangkan, para Bacaleg yang sudah mengikuti pendaftaran akan melalui proses sesuai tahapan yang ditetapkan partai, di antaranya survei, pemetaan, analisa peluang dan lainya.

Adapun presentasi Bacaleg yang mendaftar masih didominasi internal partai, yakni sebanyak 60 persen termasuk tiga incumbent, sisanya partisipasi internal.

Ia menyebtukan, terdapat dua dapil, Ternate Selatan dan Utara belum penuhi kuota yang dibutuhkan yakni 200 persen. Untuk itu, dua dapil tersebut dibuatkan skema talent scouting.

"Kami akan jemput bola, mencari secara langsung tokoh-tokoh. Entah itu tokoh agama, masyarakat dan tokoh perempuan yang dianggap memiliki peluang. Kami akan membangung komunikasi politik agar mereka direkrut menjadi Bacaleg dari NasDem," katanya.

Senada, Ketua Bappilu DPD NasDem, Omar Kayam merinci dari 48 bakal calon itu terdiri dari 38 laki dan 12 perempuan. Ia menerangkan, NasDem menganut sistem penjaringan. Maka, sesuai dengan regulasi partai, presentasi penjaringannya sebanyak 200 persen.

"Penjaringan itu akan melalui mekanisme survei dari tim Bapilu," ucapnya.

Omar mengatakan, Bappilu mengingatkan kepada bakal calon yang sudah mendaftar agar instes menyosialisasikan diri.

"Karena mekanisme survei ini membutuhkan fakta lapangan. Jadi, dari 48 bakal calon itu berpotensi diganti apabila tidak memenuhi penilaian kuhus dari Bappilu," tegasnya.

Selanjutnya, sembari menunggu kouta 200 persen sudah terpenuhi baru dilakukan pemberkasan bakal caleg diserahkan ke DPW untuk ditindaklanjut ke DPP NasDem.

"Karena proses penjaringan nanti ada sistem langsung dari DPP menyangkut dengan mekaniksme atau tahapan teknis yang akan dihadapi para bakal calon," katanya.

Sekitar 15 tokoh yang nanti dijaring melalui talent scouting, karena NasDem tidak hanya mengusung kader. Namun, membutuhkan tokoh yang kompetibel, kredibilitas dan tentu mempunyai nilai jual di masyarakat.

Selain itu, pada tahapan survei tertutup nanti untuk melihat person atau bakal calon yang terjaring laik diusung atau tidak. Untuk itu, ia menegaskan aspek penilaian masyarakat sangat penting.

"Bagaimana kesan masing-masing bakal caleg di publik sangant menentukan eksistensi mereka," tansadnya.

Komentar

Loading...