TERNATE-pm.com, Yakub Sayuri dan Yance Sayuri resmi melaporkan pelaku rasisme di Sentral Pelayanan Kepolisiam Terpadu (SPKT) Polda Maluku Utara.
Sayuri bersaudara didampingi kuasa hukumnya mendatangi Polda Maluku Utara pada Selasa (6/5/2025).
Ini dibuktikan dengan laporan polisi Nomor: LP/B/39///2025/SPKT/POLDA MALUKU UTARA tanggal 06 Mei 2025 pukul 14.57 WIT.
Dua punggawa Malut United ini mendapatkan perlakuan rasisme usai timnya mengalahkan Persib Bandung di Stadion Gelora Kie Raha, pada 2 Mei 2025 pekan ke-31 BRI Liga 1 Indonesia.
Lauriztke Mantulameten, kuasa hukum Yance-Yakob mengatakan kasus dugaan rasis yang diterima dua saudara kembar itu akan dikawal sampai tingkat yang lebih serius.
“Hari ini kami membuat laporan polisi sehingga pihak yang melakikan ujaran kebencian kami akan tindak secara hukum,”kata Lauriztke kepada wartawan di halaman Mapolda Malut.
Lauriztke berharap laporan ini segera diproses penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara.
Ia menegaskan bahwa melaporkan dugaan tindak pidana kejahatan informasi dan transaksi elektronik UU Nomor 1/2024 tentang perubahan kedua UU Nomor 11/2008 tentang informasi dan transaksi elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 (2) Juncto Pasal 45A Ayat (2).
Sementara, Yakob menambahkan bahwa tidak akan tinggal diam dengan perbuatan para pelaku rasis.
“Kami tidak akan tinggal diam, kami mengambil jalur hukum agar pelaku segera bertaubat dan dikemudian hari tidak ada pelaku-pelaku berikutnya lagi,”tegasnya.
Yakob juga berharap laporan di Polda Maluku Utara tersebut segera diproses agar pelakunya ditemukan dan ditangkap.
Eks pemain Timnas Indonesia itu mengungkapkan bahwa tindakan rasis bukan hanya ditujukan kepada dirinya, namun ke seporter Malut United dan orang Papua.
Senada disampaikan Yance, bahwa bukan hanya dirinya, tapi anaknya yang masih balita juga mendapatkan perlakuan rasisme.
“Setelah pertandingan Malut United vs Bandung, saya mendapatkan banyak rasis ke keluarga, sehingga saya langsung blokir tapi ada beberapa yang rasis kepada anak istri saya, sehingga itu saya tidak tinggal diam,”tegasnya.
Yance menyampaikan terdapat enam akun sosial mendia yang dilaporkan.
Dirinya menegaskan terhadap para pelaku rasisme tidak ada raang untuk permintaan maaf.
“Secara pribadi, tidak menerima permintaan maaf dalam bentuk apapun di sosial mendia,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan