Statement Hamid Usman Disebut Tidak Mendasar

Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku Utara, Arifin Djafar saat jumpa pers di Ternate.

TERNATE-pm.com, Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku Utara, Arifin Djafar menilai komentar Hamid Usman selaku mantan kader partai yang membuat kegaduhan dan polemik terkait Musdalub di Halbar itu tidak mendasar.

Pasalnya, Hamid Usman saat ini sudah tidak lagi menjadi kader atau anggota Partai Golkar sah sesuai adanya legal yang diakui AD/ART kepartaian.

Hamid Usman justru dinilai tidak update AD/ART terbaru pada Munas 10 tahun 2019, sehingga-dirinya tidak mengetahui adanya perubahan-perubahan dalam setiap lima tahun sekali AD/ART direvisi

Arifin menilai Hamid Usman berkomentar dan berstatement itu tidak berkapasitas apa-apa, maka komentar Hamid tersebut dimaklumi badan pengurus DPD Partai Golkar Maluku Utara.

"Hamid Usman kan sudah bukan lagi anggota partai, nama Hamid Usman tidak ada dalam SK," tutur Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku Utara itu.

Bahkan kata Arafin, Hamid Usman sudah berpindah partai. Pada saat berpindah partai, nama dan hak nya sudah dicabut dalam dalam AD/ART pun jelas adanya.

"Apabila terdapat ada anggota atau kaders yang sudah berpindah partai, maka hak dan keanggotaannya sudah dicabut dan itu perintah Konstitusi yang termuat dalam AD/ART," tandasnya.

Menurut Arifin, nama Sawaludin Domopoli dan Hamid Usman ini sudah tidak dalam SK, baik SK dari DPD Provinsi maupun SK yang diberikan dari DPP.

"Kedua nama itukan sudah tidak ada dalam SK, nanti saya berikn SK nya biar teman teman partai juga bisa tahu, bahwa nama Sawaludin dan Hamid Usman itu tidak ada, alias tidak terupdate," tegasnya.

Arifin menyebutkan bahwa, Musdalub DPD Partai Golkar di Halbar itu sudah sesuai Mekanisme dan Prosedur dalam AD/ART.

"Bahkan kita menggunakan Buku Panduan saat Musdalub itu, jadi Tata Tertib nya dibahas lebih dulu, baru dilakukan sidang sidang selanjutnya," bebernya.

Sementara itu, Ketua MPO DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Utara juga menambahkan terkait dengan komentar Hamid Usman itu kemungkinan besar didapatkan dari Ahmad Hidayat Mus (AHM).

Bahkan dirinya sangat meyakini AHM paham terkait dinamika Partai Golkar di Maluku Utara.

Komentar

Loading...