Stok Beras di Maluku Utara Berkurang

Beras

Distan Malut Ajak Masyarakat Menanam Komoditi Lain

SOFIFI-PM.com, Stok beras di delapan kabupaten Kota di Maluku Utara (Malut), masing-masing, Kota Ternate, Tikep, Halteng, Halbar, Halsel, Kepsul dan Taliabu  mulai berkurang alias defisit. Hanya dua kabupaten yang ketersediaan kebutuhan beras mengalami surplus yakni Halmahera Utara (Halut) dan Halmahera Timur (Haltim).

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Malut Rizal Ismail saat dikonfirmasi awak media, di Posko Gugus Tugas Covid-19 Malut, Senin (4/5/2020) mengungkapkan secara total untuk Provinsi Malut ketersediaan stok beras untuk bulan April 2020 terjadi defisit 3.100 ton dari kebutuhan masyarakat terhadap beras sebanyak 8.700 ton per bulan.

Lanjut Rizal, stok beras di Dolog Ternate saat ini sebanyak 4.400 ton hanya bisa bertahan sampai dengan Mei 2020. Untuk bulan Juni dan terusnya menjadi masalah atas ketersediaan stok pangan khusus beras. Karena itu, perlu ada langkah dari Pemerintah Provinsi Malut. Berkurangnya, stok beras ini dikarenakan musim tanam padi sawah baru dilakukan pada bulan Mei dan diprediksi panen terjadi pada bulan Agustus- September 2020 mendatang. “Di bulan Juni dan Juli perlu ada impor beras dari daerah lain untuk mengantisipasi ketersediaan beras,” ujarnya.

Lanjut dia, saat ini dua daerah menjadi sentral produksi beras yang besar yakni Halmahera Utara dan Haltim. Namun, ketersedaiaan beras di dua daerah tersebut tidak bisa menutup defisit beras di 8 kabupaten kota di Mlaut. ”Dua daerah ini, stok beras surplus namun tidak bisa menutup defisit di kabupaten lain, karena kebutuhan masyarakat pada bulai Mei ini diperkirakan meningkat sebanyak 9.359 ton beras, dari total produksi hanya 5.651 ton. Untuk itu, diperkirakan stok beras deficit sebanyak 3.700 ton,” ungkapnya.

Menurutnya, mengahdapi wabah covid-19 yang belum diketahui kapan akan berakhir, maka perlu ada gerakan menanam pangan komoditi lain selain beras sehingga tidak ketergantungan terhadap beras. ”Masa pandemi ini akan berakhir kapan, kita belum tahu. Untuk itu pentingnya ada gerakan menanam komoditi lain, sehingga masyarakat jangan terlalu tergantung pada beras saja,” harapnya. (iel/red)

Komentar

Loading...