Tahun Ini Harga Tanah di Kota Ternate Alami Penyesuaian

Kepala BP2RD Kota Ternate, Jufri Ali.

TERNATE-pm.com, Badan Pengelolaan Pendapatan dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate mengonfirmasi tahun ini terjadi penyesuaian Zona Nilai Tanah (ZNT).

Kepala BP2RD Kota Ternate, Jufri Ali mengatakan, penyesuai ZNT akan berpengaruh pada kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Hal itu untuk memberikan pelayanan dan rasa keadilan pada masyarakat yang memiliki harta tidak bergerak berupa tanah.

Ia menerangkan, di Kota Ternate nilai pasar atau transaksi tanah cukup tinggi, sementara harga sesuai NJOP terbilang kecil. Dengan ada penyesuaian ini pemerintah menghargai kepimilikan tanah masyarakat.

"Pemerintah menghargai nilai tanah masyarakat harus meningkat. Jadi harga jualnya harus tinggi, maka harus disesuailan dengan ZNT," ujarnya kepada media ini, Senin (30/1/2023).

Dirinya mencontohkan ada pelaku usaha yang mau menjaminkan surat kepimilikan tanah di bank, maka PBB juga menjadi acuan untuk menentukan besaran nilai yang akan dipinjam.

Lanjutnya, nilai tanah saat ini tidak lagi dihargai sesuai dengan masa 10 tahun lalu. Sebab itu, disesuaikan harga per meter bidang tanah dengan ZNT. Untuk harga tanah per meter di Kota Ternate sendiri bervariasi tergantung pada posisinya.

"Kalau harga yang lama, misalnya di Gamalama per meternya itu Rp1.400.000 sampai Rp1.500.000-,. Sekarang kenaikan harga tanah itu kurang lebih 20-30 persen. Jadi di Gamalama itu dikisaran Rp1.900.000 sampai Rp2.000.000-,," bebernya.

Menurutnya, harga tersebut masih terbilang sangat rendah dari NJOP pertanahan.

Jufri yang ditemui media ini di kantornya, Kelurahan Kota Baru, Kota Ternate itu menyatakan penyesuaian ZNT sudah mulai berlaku pada Januari 2023. Sebelumnya, BP2RD telah menyosialisasikan kepada masyarakat melalui tiap-tiap kelurahan pada 2022 lalu.

Meski upaya penyesuaian harga tanah terus didorong pemerintah, kata Jufri pihaknya tidak menampik adanya beban tunggakan PBB semakin tinggi.

Upaya mengatasi masalah tersebut, BP2RD melakukan penyisiran seluruh objek PBB di Kota Ternate. Selain itu dilakukan verifikasi data kembali untuk mengetahui potensi objek PBB yang dimiliki.

"Jadi nanti diproritaskan yang sudah terbayar 3-4 tahun, sambil mengkroscek tunggakan dan melalukan penyesuaian di lapangan. Data yang kami kantungi itu sejak 2014," ucapnya.

"Tadi kita sudah rapat. Verifikasinya mulai Februari nanti. Rencanan tahap pertama satu bulan dulu. Dan, ini akan berkelanjutan," tukasnya.

Komentar

Loading...