Muhajir Zam-Zam: BPBD Halsel Kantongi Data Kerusakan Pasca Gempa dari Media

Tak Miliki Data Bencana, Kaban BPBD Halsel “Asyik” di Jakarta

LABUHA-PM.com, Kendati sudah ada himbauan dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca ekstrim yang melanda beberapa daerah di Maluku Utara, termasuk Halmahera Selatan. Namun Kepala Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan, Abu Karim La Tara malah tidak berada di tempat.

Padahal, dalam kondisi cuaca ekstrim yang melanda beberapa daerah di Maluku Utara saat ini sangat membahayakan keselamatan setiap warga yang bepergian.

Amatan poskomalut.com, tidak hanya Kepala BPBD Halsel, Abu Karim La Tara, tapi hampir sejumlah pejabat berwenang khususnya di dinas tersebut tidak berada di tempat, sehingga untuk akses data terkait dengan kerusakan sejumlah fasilitas umum dan rumah pribadi akibat cuaca ekstrim tidak bisa dikonfirmasi.

Uniknya, memasuki hari kedelapan pasca di hantam curah hujan, ombak dan angin kencang, BPBD Halsel belum mengantongi data korban materil maupun in materil.

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Halsel, Muhajir Zam-Zam dikonfirmasi mengaku sedikitnya ada 22 desa yang terdampak gempa dan data tersebut bersumber dari pemberitaan media.

"Data sementara yang kami himpun, dari desa melalaui media. Untuk fasilitas umum seperti talud, jalan setapak mengalami kerusakan," ujar Muhajir Zam-Zam melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (6/12/2021).

Sementara 22 desa tersebut diantaranya, Laiwui, Wayatim, Kokotu, Nang, Bibinoi, Gunange, Ligua, Yoyok, Pigaraja, Manatahan, Gumira, Batulak, Posi-Posi, Awanggo, Liboba Hijra, Wayamiga, Palamea, Lele, Orimakurunga, Sagawele, Ngokomalako, dan Desa Gayab.

Untuk kerugian, sambung Zam-Zam, belum dapat dipastikan. Pasalnya, belum dilakukan identifikasi secara detail.

"Untuk masalah kerugian, kami belum bisa pastikan karena tim kami belum melakukan identifikasi secara detail. Tim kami akan identifakasi perumahan warga yang rusak dan fasilitas umum. Tim kami juga belum bisa ke lokasi karna cuaca belum stabil, karena lokasi dampak itu tersebar di beberapa lokasi, seperti di Desa manatahan Kecamatan Obi, Desa Gumira Gane Barat, Desa Ligua Kecamatan Kayoa dan Kecamatan Bacan Barat. Nah ini kita harus perhitungkan dengan kondisi, terutama fasilitas yang kita gunakan nanti," tandasnya. (Bar/red)

Komentar

Loading...