Terus Dibohongi, Ratusan Nakes RSUD CB Boikot Ruang IGD

Ratusan pegawai RSUD Chasan Boesoerie (CB) Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut) terpaksa memboikot Ruang Instansi Gawat Darurat (IGD), Senin (9/1/2023).

TERNATE-pm.com, Ratusan pegawai RSUD Chasan Boesoerie (CB) Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut) terpaksa memboikot Ruang Instansi Gawat Darurat (IGD), Senin (9/1/2023).

Aksi ini dipicu kemarahan para Nakes yang merasa dibohongi manajemen RSUD CB, yakni Plt Dirut, Alvia Assagaf dan Wadir Keuangan Fatimah, Abas.

Amatan media ini, para Nakes semula memboikot ruangan manejemen RSUD CB, namun dihalau aparat kepolisian. Sempat terjadi adu mulut antara massa aksi dan polisi, karena tak berhasil memboikot ruang manejemen, para nakes ini kemudian meluapkan kekesalan mereka dengan memboikot ruang pelayanan IGD dengan menggunakan kayu balok dan tabung oksigen tepat pada pintu masuk ruang.

Salah satu masa aksi berteriak hak mereka tidak dibayar tapi terus melakukan perkerjaan karena hati nurani dan demi pasien.

"Kami tidak dibayar namun tetap berkerja. Apakah kalian mau kami membiarkan pasien tergelatak dan meninggal," teriaknya dengan nada kesal dan wajah yang memerah.

Massa aksi mengancam memboikot pelayanan Instalasi IGD selamq 24 Jam hingga tuntutan mereka terakomodir.

Sementara itu, koordinator Alan Ilyas dalam orasinya mengatakan, TPP terus ditunda berulang ulang, sehingga kali ini sudah masuk 16 bulan.

"Alasan akan dibayar melalui pinjaman ke dua bank, diantaranya Bank Maluku dan Bank Mandiri, awalannya mereka bersama gubernur, Inspektorat dan Dinas Kesehatan Provinsi bersama para Nakes melakukan hearing pada 24 Desember 2022 akan bayar TPP selama 15 bulan, padahal sampai sekarang belum ada progres sama sekali," kata Alan.

Ia juga menyoroti Plt Dirut dan Wadir Keuangan RSUD CB yang terlibat dalam masalah ini selalu menghindar dari para Nakes yang saat menggelar aksi.

Selain itu, kata Alan bahwa akan kembali mendatangi gubernur untuk menyampaikan kebohongan Plt dan manejemen RSUD CB karena apa yang disampaikan ternyata hanya sebatas menyenangkan telinga orang nomor satu di provinsi Maluku Utara tersebut.

"Mereka telah membohongi gubernur apalagi kita-kita ini,"cetusnya.

Komentar

Loading...