MOROTAI-PM.com, Nelayan Sangowo Kecamatan Morotai Timur (Mortim), Minggu (5/4/2020), terpaksa menguburkan ikan tuna sebanyak 2 ton. Penyebab dikuburkannya ikan tuna yang rencana di ekspor ke Vietnam itu lantaran kekurangan  pasokan es balok saat mendinginkan ikan tuna tersebut. Selain itu, penguburan itu terpaksa dilakukan lantaran pihak PT Harta Samudera tidak menerima ikan yang dianggap sudah rusak itu.

“Kekurangannya ada di es, sekitar 2 ton ikan yang dikubur, kendala tong pe nelayan dari Haltim punya es yang kurang. Sementara torang ada suplay ikan di perusahan PT. Harta Samudra, torang tau perusahan itu ketat, kalau dong cium barang bau suda pasti so tarada vitamin, jadi ekspor so tara laku,” jelas Kahar Lastori, salah satu suplayer ikan tuna di Sangowo saat dikonfirmasi awak media, Senin (6/4/2020).

Menurutnya, es balok dan uang biasa diberikan ke nelayan itu diambil dari perusahan Harta Samudra dan dari salah satu perusahan di Tilei. Hanya saja, ikannya sedikitnya bermasalah.

“Kita ambil Rp 4000 satu balok, kita muat 80 puluh potong itu cuman tiga hari itu so bale jadi ikan masih bagus cuman dorang  cium bau di diging, selain itu air tak diganti oleh karyawan saya,” terangnya.

Kahar mengaku, PT. Harta Samudra menekan mereka agar suplay ikan ke perusahaannya harus sesuai dengan yang diinginkan. Akibat dari kejadian itu dirinya mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 60 juta.

“Iya, kalau dilihat dari kerugian dari 2 ton ini sekitar Rp 60 juta, kejadian seperti ini sudah empat kali. Pokoknya ini sudah biasa ini ujian buat saya,” akunya. (Ota/red)