SOFIFI-PM.com, Ketua DPRD Provinsi (Deprov) Maluku Utara Kuntu Daud respon baik atas ditetapkan Maluku Utara (Malut) sebagai tuan rumah STQ Nasional 2021 mendatang. Namun dirinya meminta Pemprov harus kerja ekstra.
“Lokasi pelaksanaan STQ Nasional 2021 mendatang dipusatkan di Sofifi, dengan kondisi Sofifi saat ini, Pemprov harus kerja ekstra, sehingga apa yang direncanakan sesuai target, terutama masalah infrastruktur,” ungkap Ketua DPRD Malut Kuntu Daud saat diskusi bersama dengan wartawan liputan Sofifi melalui aplikasi meeting Zoom yang dilaksanakan oleh Biro Protokol Kerja Komunikasi Publik Setda Malut, akhir pekan kemarin.
ADa sejumlah pejabat yang ikut dalam diskusi yang dipandu langsung Karo Humas Setda Malut Muliadi Tutupoho tersebut, yakni Ketua DPRD, Kepala Kemenag Malut Sarbin Sehe dan Kepala Bappeda Salmin Janidi yang juga ketua Panitia lokal STQ Nasional.
Kuntu mengatakan Pelaksanaan STQ Nasional digadang-gadangkan di Masjid Raya Sofifi Juni 2021 mendatang atau tinggal 11 bulan lagi. Disisi lain, Masjid raya Sofifi saja baru dikerjakan. ”Waktu kita tinggal 10 sampai 11 bulan, maka dari itu Pemprov harus bekerja keras terutama pada bidang infrastruktur penunjang pelaksanaan STQ,” desaknya.
Sementara Kepala Kemenag Malut Sarbin Sehe mengaku, Malut sebagai tuan rumah STQ Nasional di tahun 2021 ini merupakan pertama kali, sehingga sejarah baru sehingga harus punya kesiapan yang matang apa lagi lokasi pelaksanaan nya di Sofifi.”pelaksana STQ Nasional tahun 2021 di di Malut ini merupakan pertama, sehingga perlu kesiapan yang matang, pasalnya dihadiri oleh 34 Provinsi seluruh Indonesia, apa lagi lokasi pelaksanaan di Sofifi,”katanya.
Sarana pendukung harus disiapkan terutama tempat inap para peserta kafilah dari 34 Provinsi di Indonesia, untuk itu apa yang disampaikan Gubernur Malut di panitia Pusat haruse segera diselesaikan.”tempat tinggal para kafilah, serta fasilitas lain harus segera disiapkan pemerintah daerah, oleh karena saya minta dukungan dari DPRD Malut,”harapnya.
Sementara Ketua Panitia Daerah STQ Nasional Salmin Janidi yang juga kepala Bappeda Malut menuturkan saat ini Pemprov sudah siapkan dua ribu kamar lebih untuk para para kafilah.”kami sudah melakukan pendataan baik kamar di perumahan PNS, Rusunawa, serta fasilitas Pemprov seperti gedung SMK Pertanian, rumah asisten, serta home stay milik warga itu sudah 2 ribu kamar lebih,”bebernya.
Disentil terkait dengan Masjid Raya Sofifi kata Salmin berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas PUPR Malut bahwa target tiga bulan sebelum pelaksanaan kegiatan STQ sudah rampung.”teknisnya nanti di PUPR namun hasil koordinasi target tiga bulan sebelum pelaksanaan STQ Rampung dan finishing,”katanya.
Salmin mengaku untuk aspek anggaran akan dianggarkan pada APBD-P 2020 dan APBD induk 2021, dengan skema kegiatan pelaksanaan membutuhkan waktu lama dibiaya APBD-P tahun 2020 sementara kegiatan yang membutuhkan waktu yang tidak lama ditampung di APBD induk 2021.”anggaran untuk panitia saja Rp 40 Meliar lebih, namun ini anggaran sementara khusus panitia saja, namun untuk infrastruktur penunjang nanti disusun SKPD terkait,” pungkasnya. (iel/red)



Tinggalkan Balasan