SOFIFI-PM.com, Dana pinjaman Rp 150 miliar untuk pembangunan RSU Sofifi  belum ada penandatanganan kesepakatan antara Dinas Kesehatan Provinsi Malut dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Pasalnya, tim dari SMI hari ini turun tinjau milihat Feasibility Study (FS).

Kadinkes Malut dr Idhar Sidi Umar mengatakan, untuk pinjaman khusus Dinas Kesehatan pembangunan Rumah sakit belum ditandatangani karena masih dalam proses karena Enginering Desain (ED) masih dibuat oleh SMI dan dibiayai oleh PT SMI. Berbeda dengan Dinas PUPR  yang membuat sendiri. “Kalau PUPR bangun jembatan, kita kan langsung gedung dengan biaya yang besar sehingga dari PT SMI tawarkan untuk mereka membantu buat EDnya” bebernya.

Menurutnya, tim dari SMI sejak Jumat pekan kemarin turun  Maluku Utara (Malut) baru kembali  dimana kedatangan tim melihat Feasibility Study (FS) kemudian membuat EDnya. “Tim datang pekan kemarin, ada yang  sudah pulang adapula yang baru datang  Selasa (21/7). Jadi kemungkinan dalam satu bulan kedepan sudah bisa melakukan penandatanganan dengan PT SMI,” harapnya.

Dijelaskan, pinjaman itu salah satunya untuk pembangunan rumah sakit tersendiri di Sofifi karena RUSD Chasan Busorie kedepan akan digunakan rumah sakit pusat pendidikan Unkhair. Nanti kalau Provinsi menyerahkan RSUD sebagai pusat pendidikan ya sudah selanjutnya Unkhair tinggal mengurus.

Meski begitu, pembangunan RS tidak bisa langsung sekarang tipe C masih tipe D di Sofifi. “Mudah-mudahan rumah sakit yang sudah ada juga selesai peralatan sehingga kita bisa naikan tipe c tapi harus dibenahi tenaga medis, tempat tidur dan fasilitas yang lain,” jelasnya.

Diketahui, pinjaman Pemprov Malut ke PT SMI sebesar Rp 500 miliar untuk pembangunan infrastruktur yakni Rp 350 miliar untuk pembangunan jalan dan Jembatan  yang melekat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Malut dan Rp 150 miliar Dinas Kesehatan Provinsi Malut  untuk pembangunan RSU Sofifi. (iel/red)