SOFIFI-PM.com, Pandemi virus Corona (Covid-19) melanda Provinsi Maluku Utara sejak Maret 2020, membuat sejumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi terpaksa tutup sementara. Untuk menghidupkan kembali IKM, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Malut, akan mengusulkan Kementerian Koperasi dan UKM untuk mendapatkan bantuan modal produktif untuk usaha mikro.

Jumlah usaha kecil menengah  di Provinsi Maluku Utara sebanyak 35.351 UKM, saat wabah covid-19 sejak Maret sampai April 2020, tercatat 842 UKM berhenti beroperasi. Sebagian lainnya beraktivitas secara paksa. ”Sebelum kebijakan penerapan adaptasi kebiasaan baru ini, sebanyak 842 UKM terpaksa stop produksi,”kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Malut Wa Ode Jahria, saat dikonfirmasi wartawan Posko Malut, kemarin.

Wa Ode, mengaku usaha mikro yang kena dampak covid-19 akan menjadi perhatian serius. Selain melakukan pemberdayaan juga akan memberikan bantuan kepada pelaku usaha mikro. ”Dinas koperasi rencana salurkan 17 ribu masker. Rencana masker tersebut akan kami berdayakan UKM untuk membuat masker. Hasilnya kami beli dan bagikan pada UKM lain,”katanya.

Selain itu, dengan kebijakan pemulihan ekonomi ini pemerintah pusat akan menyalurkan bantuan modal usaha  produktif di seluruh Indonesia, termasuk usaha mikro di Maluku Utara. ”Saat ini kami melakukan pendataan usaha mikro yang kena dampak untuk disampaikan ke kementerian. Pasalnya kebijakan pemulihan ekonomi ini ada bantuan modal usaha produktif dari pusat,”harapnya.

Ia mengakui saat ini data usaha mikro produktif baru terkumpul sebanyak 6.066 usaha produktif, tersebar di 10 kabupaten/kota. “Data sementara usaha mikro yang akan diusulkan untuk penerima bansos modal usaha  produktif,   baru terkumpul 6.066. Data tersebut belum final karena masih menunggu data lain yang belum masuk,”kata mantan Sekertaris PUPR Malut itu.(iel/red)