SOFIFI-PM.com, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Malut mulai melakukan kegiatan audit penggunaan anggaran penanganan wabah virus corona (Covid-19) Rp 122 miliar, dari total anggaran yang tersedia Rp 163 miliar.

“Surat tugas BPK sudah masuk untuk melakukan audit kinerja dan audit kepatuhan terhadap penggunaan dana Covid-19,” ungkap Kepala Inspektorat Provinsi Malut Ahmad Purbaya saat dikonfirmasi wartawan via telepon seluler tadi malam.

Purbaya mengatakan, selama penanganan Covid-19 berlangsung, Inspektorat telah melakukan pendampingan, hingga BPK melakukan audit penggunaan dana Covid-19 provinsi Malut. ”Tim BPK mulai masuk pada Senin, diawali dengan pertemuan dengan kami. Kemungkinan Kamis mulai pemeriksaan dengan presentasi dari PPK masing-masing penggunaan anggaran,” katanya.

Purbaya mengaku Audit dana Covid-19 Malut sebagai audit pendahuluan dan ini penugasan langsung dari BPK RI. “Ini penugasan langsung dari BPK RI sebagai audit pendahulu terhadap dana Covid-19 Malut,” ujarnya.

Ia menambahkan dana yang akan diaudit, adalah yang direalisasikan sampai 29 Agustus 2020. Sebab, masa tanggap darurat penanganan Covid-19 di Malut berakhir sampai 29 Agustus saja. ”Audit dana Covid-19 realisasi dana sampai 29 Agustus saja,” katanya.

Sementara, Kepala Badan Pengelolaan kuangan daerah (BPKPAD) Provinsi Malut Bambang Hermawan saat dikonfirmasi wartawan Posko Malut kemarin mengatakan realisai anggaran Covid-19 Malut sampai 29 Agustus 2020 mencapai Rp 122 Meliar lebih. ”Tanggap darurat berakhir tanggal 29 Agustus, pencarian anggaran Covid-19 Rp 122 miliar lebih dari dana yang direalokasi sebesar Rp 163 miliar, sehingga sissa dana Covid-19 masih Rp 30 miliar lebih,” katanya.

Bambang mengaku  penyerapan terakhir sekitar Rp 30 miliar lebih untuk infrastruktur kesehatan yakni Rp 14 miliar untuk RSUD CB Ternate dan sekitar 17 miliar untuk RSU Sofifi. ”Belanja ini sudah lama, namun baru direalisasikan, karena belanja tak terduga itu tanpa uang muka, barang sudah ada baru dibayarkan. Jadi sekarang penanganan pasien Covid-19 bisa di RSUD CB Ternate dan RSU Sofifi sebagai lokasi karantina pasien Covid-19,” katanya. (iel/red)