SOFIFI-PM.com, Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara (Malut) melakukan penandatangan  kerja sama Memorandum of Understanding (MoU) dengan  ekspotir rempah-rempah untuk melakukan ekspor ke Eropa. Kerja sama ini dilaksanakan  melalui kegiatan Bosora atau gerakan orentasi ekspor untuk rakyat sejahtera,  khsusnya petani pala, kopra, dan cengkih.

Kepala Dinas Pertanian Malut, Muhammad Rizal, menjelaskan, Bosora adalah satu program untuk meningkatkan produksi dan nilai tambah para petani pala, kopra, dan cengkeh. Bosora ini diartikan gerakan ekspor untuk rakyat sejahtera sesuai visi Menteri pertanian dan Gubernur Abdul Gani Kasuba. “Daerah ini dikenal dengan pala. Maka kami mulai dari pala di Malut, tetapi dalam kegiatan ini diisi dengan komoditi cengkih dan kelapa,”  ucapnya.

Menurut dia, di tahun ini masih melakukan pendampingan kepada petani pala untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia agar bisa mengetahui cara menanam dan merawat pala agar kualitas pala bisa berkulitas. “Petani kita harus butuh pendampingan menanam dan cara merawat pohon pala agar kualitas biji pala bisa bersaing dengan daerah lain, karena orang tua kita hanya tanam saja tapi tidak merawat,” tuturnya.

Dikatakan, jika pendapingan kepada petani pala bisa dilaksanakan dengan baik maka mutu pala di Maluku Utara akan menjadi berkualitas atau kelas I bukan kelas II lagi. Karena, orentasi kegiatan ini dengan tujuan untuk melakukan ekspor. Selain itu, lanjut dia, harus membutuhkan pala yang banyak minimal 50 kontainer sesuai permintaan Bead dan Cukai . “Kalau di hitung pala dalam satu bulan sudah menyediakan 30 kontainer, apalagi kelapa dan cengkeh. Saya yakin bisa mencapai 50 kontainer untuk melakukan ekspor. Tinggal saja benahi mutunya saja”jelas Rizal usai kegiatan.

Selain dari itu, dia menyampaikan, memang harga pala di Malut tidak tetap. Harga pala di Kota Ternate untuk kelas I perkilo sekitar Rp. 75 Ribu, Surabaya Rp 95 Ribu, di Eropa rata-rata harganya mencapai Rp 120 Ribu. “Kami mau itu, harga di Surabaya harus seperti Kota Teranate, maka kami harus ekspor. Olehnya itu, Dinas Pertanian terus berupaya menaikan harga itu. Satu-satunya jalan adalah ekspor,” tutupnya.(iel)