SOFIFI-PM.com, Pandemi wabah virus Corona (Covid-19) di Indonesia termasuk di Maluku Utara belum berakhir. Penanganan Covid-19 butuh partisipasi dar berbagai pihak, kali ini Pemerintah Malut mengumpulkan semua pemegang IUP di Malut untuk berpartisipasi membantu penanganan Covid-19 di Malut. Partisipasi bantuan tersebut akan diresmikan melalui penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) antar perusahaan dan Pemprov Malut.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hasyim Daeng Barang menuturkan, Pemprov Malut defisit dalam penanganan Covid -19. Untuk menutupi itu, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mengundang dinas ESDM untuk mencari bantuan dari sektor pertambangan.
Oleh karena itu, dinas ESDM sudah menyurati seluruh perusahaan sesuai dengan amanat undang – undang agar berkontribusi dalam penanganan Covid -19 termasuk menutupi deficit anggaran Pemprov Malut.
Kata dia, dari hasil penyampaian surat tersebut sudah ada beberapa perusahaan yang merespon baik dan siap membantu Pemda dengan segera melakukan penandatanganan NPHD “Ini supaya dapat membantu deficit daerah itu,” katanya.
Dalam waktu dekat, lanjut Hasyim sudah melakukan penandatangan dengan semua perusahaan yang beroperasi di Maluku Utara. “Jadi dia beroprasi disini kita minta kontribusi untuk pembangunan daerah,” ucapnya.
Meski begitu, kata Hasyim Pemprov tidak menetapkan besaran yang harus diberikan perusahan ke Pemprov berapa tetapi semampu perusahan tersebut jika mau membantu berapa terserah perusahaan.
Disebutkan, sekitar 103 perusahaan yang mendapat izin operasi di Maluku Utara. Mereka harus memberikan kontribusi karena sudah memiliki izin wajib untuk memberikan kontribusi ke daerah.sebab pemda menggunakan ini untuk masyarakat publik bukan untuk pribadi. Namun pihak perusahaan merespon baik dan mereka juga ingin berkontribusi ke daerah
Terpisah Kepala Badan Pengelolahan Keuangan Daerah (BPKAD) Bambang Hermawan menuturkan, pihaknya sudah rapat dengan dinas ESDM tentang adanya kemauan dari industri pemegang izin usaha pertambangan untuk menyumbang khusus penanganan Covid -19 yaitu ,NHM sekitar Rp 4-5miliar, PT IWIP Rp-5miliar, Harita Rp 4,5 miliar,dan perusahaan lain yang belum produksi seperti PT Antam antara 2, sampai 3 miliar sehingga masing – masing yang diestimasikan akan bisa mengumpulkan Rp 25-30 miliar dan itu semata – mata untuk penanganan Covid -19 “Karena kita tidak tau perkembangan apakah ada gelombang kedua atau gelombang ketiga tetapi paling tidak kita mempersiapkan seperti bagimana pemulihan ekonominya bagaimana jaring pengaman sosialnya apabila terjadi gelombang kedua atau lanjutan dari Covid -19,” jelasnya.
Pihaknya sudah rapat bersama dan ESDM minta draf tentang NPHD untuk disampaikan ke perusahaan, agar ditandatangani dalam Minggu ini apakah Kamis atau Jumat Pemprov mengundang seluruh perusahaan untuk menandatangani NPHD sehingga keterbatasan dana di Pemprov untuk penanganan Covid -19 bisa tertangangulangi. (iel/red)



Tinggalkan Balasan