SOFIFI-PM.com, RS MER-C Galela yang dibangun Yayasan MER-C atas dukungan dari masyarakat Galela Kabupaten Halmahera Utara (Halut) sampai saat ini progres pembangunan 90 persen. Untuk mengaktifkan RS MER-C membutuhkan anggaran sehingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Malut dapil II Halut-Morotai, Jasmin Rainu mendesak Gubernur Abdul Gani Kasuba segera take over dan dijadikan sebagai RSUD.
Jasmin mengaku, pembangunan tersendat setelah, Yoze Rizal sebagai ketua Yayasan Mercy pusat meninggal dunia. Pihak panitia pembangunan dan yayasan MER-CGalela telah berupaya tetapi terkendala dengan dukungan biaya. Untuk, saat reses masyarakat menyampaikan agar pemerintah provinsi take over RS MER-C agar secepatnya diaktifkan. ”Setelah melihat urgensi sebuah RS dan mengakomidir aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada kami melalui Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Malut kami mengusulkan kepada Pemprov dalam hal ini Gubernur agar dapat mentake over RS MER-C Galela dan pengelolaan dibawah pemerintah.
Menurutnya pembangunan RS MER-C Galela atas ide dr. Yoze Rizal pasca konflik horizontal, pertimbangan mendasar adalah ketika korban konflik saat itu tidak ada sarana pelayanan kesehatan yang memadai. Sementara RS ada hanya di Tobela dengan jarak cukup jauh sehingga masyarakat tidak bisa dilayani secara cepat. “Pada kondisi pasca konflik RS di Galela sangat dibutuhkan untuk mendekatkan rentang kendali pelayanan kesehatan masyarakat yang berada di wilayah Galela dan Loloda,” katanya.
Politisi partai Demokrat itu mengatakan, pembangunan RS MER-C dimulai tahun 2012 dengan sumber dana disupport oleh yayasan MER-C pusat dan swadaya masyarakat. Secara fisik, pembangunan gedung sudah 90 persen dan sudah dapat digunakan tetapi terkendala pada dukungan keuangan karena Yayasan Mercy pusat fokus membangun RS di daerah konflik seperti Rohingya dan Pelestina. Atas dasar ini, dia minta Gubernur Malut segera take over RS MER-C Galela dan dijadikan sebagai salah satu RSUD di bawah pengelolaan Pemprov.
“Usulan take over pemprov telah memberikan respon positif dalam jawaban gubernur atas pemandangan umum fraksi demokrat dan selanjutnya oleh pihak Yayasan MER-C Galela atas pertimbangan untuk kepentingan masyarakat Halut pada umumnya dan masyarakat Galela – Loloda khususnya, sudah menyampaikan surat persetujuan kepada gubernur yang ditandatangani ketua yayasan H. ARIFIN NEKA, S,” katanya.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kadis Kesehatan Malut dan meminta agar segera ditindaklanjuti dengan mengundang pihak yayasan MER-C Galela supaya duduk bersama membicarakan hal-hal teknis terkait proses take over tersebut. “Harapan kami agar pada tahun anggaran 2021 sudah ada aksi pengoperasian RSUD MER-C YOZE RIZAL Galela,” harapnya. (iel/red)



Tinggalkan Balasan