SOFIFI-PM.com, sebanyak 7.160 dosis Vaksin Sinovac telah tiba di Provinsi Maluku Utara untuk dipergunakan dalam rangka penanganan Pandemi Covid-19 di Malut, pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap di mulai dari tenaga kesehatan dan petugas pelayanan kesehatan lainnya yang ada di Maluku Utara.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara Idhar Sidi Umar saat dikonfirmasi wartawan Posko Malut via telpon mengaku sebanyak 7.160 dosis atau sebanyak 5 box yang sementara ini diamankan di laboratorium malaria center dan 2 box diamankan di laboratorium Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Malut di Sofifi, rencana Vaksin ini akan didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara.

“Pendistribusian dan vaksinasi terhadap virus Corona ini akan dilakukan secara bertahap, tahap pertama dilakukan ke tenaga kesehatan, data tenaga kesehatan yang bakal di vaksin telah di kirim ke pusat untuk dilakukan verifikasi,”katanya.

Idhar Sidi Umar mengaku bahwa rencana pelaksanaan vaksinasi ini diperkirakan mulai tertengahan Januari 2021, pasalnya tenaga kesehatan yang bakal melakukan vaksinasi akan mengikuti pelatihan lebih dahulu tatacaranya.”tenaga yang yang ikut pelatihan sebanyak tiga orang, nanti tiga orang balik dari kegiatan pelatihan, melakukan pelatihan pada 200 tenaga kesehatan disini, jadi kemungkinan pertengahan Januari sudah mulai vaksinasi di mulai dari tenaga kesehatan,”ungkapnya.

Menurutnya terkait dengan vaksin Covid-19 ini, akan dilakukan secara bertahap dan kemungkinan sampai di tahun 2022 untuk memvaksinkan masyarakat Malut sebanyak 844.323 ribu orang yang bakal di vaksin.”vaksinasi ini akan dilakukan secara bertahap, target Malut sebanyak 800 ribu orang lebih yang bakal divaksin, jadi kemungkinan sampai di tahun 2022,,”bebernya.

Idhar menuturkan untuk masyarakat yang bakal di vaksin itu berusia 18-59 tahun, namun ada warga yang tidak bisa divaksin jika mengalami penyakit lain, selain itu ibu hamil juga belum bisa divaksin.”warga yang divaksin itu berusia 18 tahun sampai 59 tahun, jika ada yang memiliki penyakit lain dan ibu hamil belum bisa divaksin,”ungkapnya.

Ia menambahkan data kasus positif Covid-19 di Malut sebanyak 2.800 lebih, Lanjut dia angka kasus di Malut ini datang hanya tambahan 8-9 sehari tapi kadatang capai angka puluhan, untuk itu saat tim kesehatan terus melakukan tracking kontak.”tim Kesehatan di kabupaten/kota akan terus melakukan tracking kontak, untuk data kasus terakhir sebanyak 2.800 orang lebih,”kata idhar.(iel/red)