TOBELO-PM.com, Panitia Turnamen sepak bola SOADAMAI CUP V yang dihelat pada tahun 2020 di lapangan Momole Desa Soakonora Kecamatan Galela Selatan Kabupaten Halmahera Utara (Halut) terancam dipolisikan. Lantaran Panitia tidak lagi melanjutkan pertandingan yang sudah memasuki babak 16 Besar.
Maneger Tim Presma Desa Mamuya Isra Haruna melontarkan sikap tegas mengatakan, 16 Tim yang sudah lolos di babak 16 Besar Turnament Soadamai Cup V Desa Soakonora Kecamatan Galela bersepakat memberikan ultimatum kepada Panitia yang hingga kini belum juga dihelat.
“Padahal turnamen itu menjadi pertandingan bergengsi di liga TARKAM yang berda di Galela disponsori PEMDES Sokonora menjadi agenda tahunan. Oleh karena itu kami akan mempolisikan Panitia,” Bebernya.
Lanjut Isra, Turnamen itu orentasinya menumbuh kembangkan kejayaan sepak bola Galela agar semakin tumbuh subur dengan bakat bertalenta dan berprestasi dengan jalan membuka ivent pertandingan. Namun, hal itu tersendak pada jalannya pertandingan pada fase 16 besar.
Sementara di berhentikan di rencanakan pada tanggal 20 Februari sampai 28 Maret 2020, pada waktu itu juga bertepatan dengan maraknya Covid 19 yang dilarang kerumunan lantas penyebaran virus corona membuat masyarakat kepanikan berkepanjangan disusul juga intruksi pemerintah sehingga pertandingan di tunda.
“Panitia hampir lari dari tanggungjawab bahwa kelanjutan dari SOADAMAI CUP V 2020 sampai saat ini tampa kabar yang hampir 2 tahun, ini menjadi kabar buruk & aib besar kalau tidak di lanjutkan saya bisa berspekulasi liar dengan pendaftaran Rp 4.000.000 an dari 32 Team lebih yg mendaftar di totalkan Rp 128.000.000 anggaran ini berpotensi di silumankan apabila tidak dilanjutkan lagi, ini berbahaya,” Ujarnya.
Isra menyesalkan atas sikap panitia yang apatis dan menutup kerang komunikasi. Panitia sengaja membungkam masalah ini, kelalaiannya unsur kesengajaan dan panitia tidak menseriusi persoalan ini. Terbukti panitia tidak mengambil langkah taktis untuk menyurati atau mengundang resmi seluruh 16 team yang lolos pada fase 16 besar tuk membuka diri serta mengdiskusikan apa penyebab kendala apakah soal keamanan atau izin lainnya atau hal teknis lain.
“Jika panitia jeli dan bijak paling tidak ada inisiasi mediasi sama mencarikan solusi, jika pada tahun ini ivent tersebut tidak di lanjutkan maka dapat di pastikan Panitia Gagal Total kami Manager, Coach dan Official lainnya yang lolos team 16 besar bersepakat membuat berita acara kesepakatan mendesak pihak POLRES untuk memberikan izin keramain turnamen sepak bola di lanjutkan sebagamaina di ajukan panitia pertandingan di laksanakan 10-24 Juli 2022 di lapangan Momole,” Akhirinya.(Mar/red)

Tinggalkan Balasan