poskomalut, Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Rusli Sibua menerima puluhan pendemo dari berbagai elemen gerakan; BEM Unipas Morotai, organisasi Cipayung, organisasi pergerakan lainnya.
Orang nomor satu di pemerintahan Morotai itu bermaksud menerima pendemo di ruang kerjanya dalam rangka menyerap tuntutan para pendemo.
Berdasarkan amatan media ini kemarin, saat rapat dengan sejumlah pimpinan SKPD terkait PAD, para pendemo berorasi di depan kantor bupati.
Bupati Rusli meminta agar para pendemo menemuinya secara langsung di ruang kerjanya.
Di dalam ruangan, sejumlah utusan menyampaikan tuntutan. Malai dari sengketa lahan TNI AU dengan warga, masalah pembangunan talud di Midora, kesejahteraan nelayan, air bersih, serta sejumlah tuntutan lainnya.
Di hadapan pendemo, Rusli mengatakan, dirinya mengundang pendemo ke ruangannya untuk mendengar aspirasi secara langsung dari para mahasiswa.
Rusli mengatakan, tidak semua tuntutan mahasiswa harus dipenuhi secara cepat. Hal ini karena terkait dengan kondisi keuangan daerah yang belum terlalu stabil.
“Semua penting, tapi anggaran kita terbatas, banyak kegiatan pemerintah juga di pangkas karena efisiensi,” ujarnya.
Lanjut Rusli menuturkan, masalah talud misalnya, hampir semua desa memiliki tuntutan yang sama. Termasuk di Pulau Kolorai dan Galo Galo.
“Meski begitu, kami tetap berupaya semaksimal mungkin untuk bisa merealisasi apa yang menjadi kepentingan masyarakat banyak,” katanya.


Tinggalkan Balasan