poskomalut, Warga Kecamatan Loloda Utara, Halmahera Utara kecewa dengan Camat, Alpius Duko.
Camat dianggap tidak memerhatikan peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten di Malifut.
“Kami merasa kecewa. Seharusnya camat menjadi pedoman serta pembina, sehingga semua peserta merasakan perhatian pemerintah,” kata seorang warga yang enggan disebut namanya kepada poskomalut, Sabtu (8/5/2026).
Warga menilai, kurangnya perhatian Camat bisa memengaruhi mental dan kesiapan peserta MTQ. Padahal tujuan MTQ untuk meningkatkan potensi qari-qariah terbaik daerah.
“Dengan sengaja camat tidak memiliki kontribusi terhadap peserta MTQ yang ikut lomba di tingkat kecamatan. Artinya camat tidak mendukung program pemerintah,” tambah warga tersebut.
Anggota DPRD Halmahera Utara, Muhammad Iksan Wan menyebut, abainya camat pada peserta MTQ merupakan masalah besar.
Camat berperan sebagai pembina, penyedia sarana prasarana, hingga pendamping.
“Seharusnya camat hadir dan melepas peserta dengan nyaman serta memberi dukungan. Bukan mengabaikan,” tegas Iksan.
Iksan menyatakan akan menyurati Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Utara. Ia minta Camat Loloda Utara dicopot, karena dianggap tidak mendukung program pemerintah.
“Faktanya, generasi yang ikut lomba MTQ di Malifut mengalami dampak buruk, karena tidak ada perhatian dari Pemerintah Kecamatan,” katanya.
poskomalut masih berupaya mengonfirmasi Camat Loloda Utara terkait desakan warga dan anggota DPRD tersebut.


Tinggalkan Balasan