Berkas Pencalonan Cacat Administrasi, Cakades Petahana Madopolo Timur Digugurkan Panitia

Ilustrasi.

LABUHA-pm.com, Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Madopolo Timur Kabupaten Halmahera Selatan pada Senin 19 September pagi tadi melakukan rapat pleno penetapan Calon Kepala Desa (Cakades).

Informasi yang dikantongi poskomalut.com, dari tiga nama Cakades, satu diantaranya digugurkan panitia karena sejumlah berkas dianggap tidak memenuhi syarat pencalonan. Di mana hampir seluruh dokumen berkas tersebut berbeda-beda mulai rekomendasi Pengadilan Negeri Halmahera Selatan, rekomendasi bebas temuan dari inspektorat hingga ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA). Uniknya, Cakades yang digugurkan panitia ini berstatus sebagai incumben atau petahana.

Ketua Panitia Pilkades Madopolo Timur, Hamka La Isa dihubungi menjelaskan, panitia desa tentu memiliki pandangan dan alasan yang jelas berdasarkan dokumen berkas pencalonan sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda).

Tentu dari syarat-syarat itu kemudian panitia berkesimpulan bahwa berkas Cakades petahana harus digugurkan karena dianggap cacat administrasi.

"Pertama, berkas yang bersangkutan ini berbeda-beda diantaranya, rekomendasi dari Pengadilan Negeri Halsel terkait belum pernah dipidana. Pada berkas tersebut tertulis pekerjaannya sebagai seorang petani," ucap Hamka, Senin (19/9/2022).

"Daftar Riwayat hidup juga berbeda dengan rekomendasi dari Pengadilan Negeri, di mana riwayat hidup status pekerjaannya sebagai kepala desa tentu menurut panitia sangat keliru, karena tidak mungkin seorang kepala desa calon juga kepala desa kan begitu. Nah, beda lagi dengan rekomendasi dari inspektorat yang menyebut pekerjaan yang bersangkutan swasta," sambungnya.

Hamka menambahkan, dari daftar riwayat hidup yang bersangkutan juga terdapat tanggal lahir dengan ijazah berbeda.

Ia menjelaskan, ijazah milik Cakades petahana ini pada saat pemeriksaan berkas tidak dapat terbaca karena ijazah dalam bentuk fotocopy buram (kotor). Panitia kemudian berkoordinasi dengan kuasa Cakades untuk menghadirkan ijazah asli. Namun, pada saat ijazah asli dilampirkan malah berbeda tahun kelahiran dengan tahun kelulusannya yakni, lahir pada tahun 1980 sementara kelulusan pada ijazah tahun 1997.

"Kami juga meminta data sanding dari sekolah menengah pertama (SMP) namun yang bersangkutan tidak mau. Tentu kalau menggunakan ijazah SMA pasti sandaran nya ijazah SMP karena SMP dulu baru SMA kan begitu," jelasnya.

Hamka mengaku sudah mendatangi pihak di mana Cakades petahana Nuzul Jami itu bersekolah untuk melakukan verifikasi faktual dan di pada buku induk sekolah tersebut tanggal dan bulan kelahirannya sama, namun tahun berbeda di mana pada buku induk lahir 1976 berbeda dengan ijazah yang tercatat 1980.

Tak hanya itu, panitia juga kroscek melalui data pemilih ditemukan kejanggalan. Cakades petahana dengan salah satu adik kandungnya tahun kelahirannya sama yakni 1980, hanya tanggal dan bulan kelahirannya yang berbeda hanya selisih 36 hari waktu kelahiran.

Komentar

Loading...