JAKARTA-pm.com, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Indonesia (Pertina) Maluku Utara, mengirim Enam atlet mereka melakoni Training Center (TC) Mandiri di luar negeri.

TC Mandiri dijajal Pertina Malut untuk mempersiapkan Enam atlet mereka; M Aimar R Kopong, M Reza Midun, Stevani Malaor, Perneel Tahumil, Gianlugi Kalaipupin dan Jurian Maulana yang akan bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.

Ketua Pertina Malut, Nasri Abubakar kepada poskomalut.com mengatakan, dua negara di Asean akan menjadi tujuan tim tinju selama TC yakni Malaysia dan Thailand.

Tim Tinju Maluku Utara akan bertolak dari Jakarta menuju Kuala Lumpur, Malaysia pada Rabu, 31 Juli 2024 sekira pukul 11.00 WIB.

Di Kuala Lumpur (KL) mereka bakal menjalani TC selama 10 hari. Dan, lawan uji coba yang akan dihadapi petinju Malut yakni atlet Tim Nasional Malaysia.

Setelah itu, Tim Tinju Malut di bawah komando Ko Nas, sapaan karib Nasri Abubakar yang juga bakal calon Wali Kota Ternate itu akan bertolak dari KL menuju Bangkok, Thailand. Di Thailand, para atlet bakal mengikuti pemusatan latihan kurang lebih 20 hari.

“Di Thailand, kami TC sampai H-3 pembukaan PON 2024. Jadi nanti atlet tinju kamu sudah tidak ikut pelepasan di Kota Ternate, Maluku Utara. Kami dari Thailand langsung ke Medan,” ucapnya, Selasa (30/7/2024).

Nasri menerangkan, sebagai Ketua Pertina, dirinya mempersiapkan atlet seusai Pra PON. Terhitung hingga saat ini persiapan sudah 8 bulan, diawali TC kampus di Pelatda Tinju di Tanah Tinggi Ternate. Setelah itu, beberapa kali juga ada try out luar daerah.

“Saat ini atlet kami sudah TC di Sasana Gulungan, Jakarta Selatan sudah sebulan. Besok kami berangkat TC di luar negeri,” terangnya.

Lanjutnya, selama TC di Malaysia, diagendakan tim akan mengadakan uji coba sebanyak empat kali melawan atlet nasional Negeri Jiran.

Ko Nas menyampaikan, langkah untuk menjalani TC luar negeri hingga H-3 pembukaan PON, tujuannya agar kondisi para atlet tetap pada performa terbaik.

“Supaya kondisi atlet tetap prima. Setelah itu ke Medan, ada waktu tiga hari untuk kita lakukan penyesuain,” ucapnya.

Dirinya mengatakan, dari rangkaian persiapan yang panjang, Pertina Malut memasang target seluruh atlet yang berlaga di PON mampu meraih medali.

“Targetnya semua meraih medali. Mau emas, perak dan perunggu harus medali. Dan harus dua medali emas,” ujarnya penuh optimis.

Meski begitu, dirinya membeberkan persiapan PON tahun ini belum mendapat perhatian serius terutama anggaran dari Pemprov Malut. Bahkan sampai menjelang keberangkatan menuju PON.

Bendum Demokrat Malut itu menyebut selama TC bahkan sampai ke luar negeri, dirinya harus membiayai secara mandiri atau merogok kantong pribadinya untuk mendanai segela kebutuhan para atlet.

Langkah yang diambil Ko Nas mestinya dapat menjadi contoh bagi ketua-ketua cabang olahraga lain di Maluku Utara.

Ia mengaku memaklumi kondisi keuangan Pemprov Malut yang sampai saat ini belum stabil, mengharuskan minimnya kontribusi pemerintah ke para atlte melalui KONI.

“Belum ada anggaran sepeserpun yang diberikan oleh Pemprov Malut melalui KONI,” tandasnya.

“Ya memang sudah menjadi resiko bagi seorang ketua cabang olahraga. Kita harus berani mengambil keputusan demi memenuhi semua yang mendukung performa para atlet. Mereka sudah fokus berlatih. Jangan kita kecewakan mereka,” sambungnya menerangkan.

Dirinya berharap Pemprov Malut segera merealisasi anggaran PON ke KONI. Agar kebutuhan atlet dan keberangkatan kontingen Maluku Utara bisa diatasi.