JAILOLO – PM.com, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Imran Lolori mengundur diri dari jabatannya, setelah dipercayakan mendampingi Danny Missy pada Pilbup Halbar 2020.
Tak hanya itu, mantan Camat Jailolo, Sahu dan Ibu tersebut, telah mengajukan surat pension dini dari Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Masa pensiun saya masih kurang lebih enam tahun, tapi atas permintaan keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan simpatisan barisan Imran Lolori, saya siap menjadi wakil mendampingi pak Danny pada Pilkada tahun ini,” ungkap Imran Lolori pada Posko Malut, Senin (24/02/2020).
Menurut Imran, mendampingi Danny Missy, bukan atas dasar kepentingan politik, namun atas dasar jiwa besar Danny Missy dalam membangun Halbar. Selain itu, survey Indobarometer dan SDI, menunjukkan dukungan masyarakat masih menginginkan Danny untuk menjadi bupati periode 2020-2025. “Kehadiran saya mendampingi pak Danny, bukan untuk menyebar kebencian, tapi di momentum Pilkada kali ini saya dan pak Danny berkomitmen menciptakan Pilkada yang sejuk dan penuh kesejukan untuk masyarakat Halbar ke depan lebih baik,” katanya.
Imran menambahkan, mengenai statusnya yang saat ini masih sebagai ASN, dirinya sudah mengajukan surat pensiunan dini kepada Bupati, sambil menunggu proses pengajuan administasi pensiunan ke BKN.
Tak hanya itu, surat pengunduran dirinya sebagai kepala BPBD halbar, akan ajukan kepada Bupati Senin (24/2/2020).
“Surat pengunduran diri sudah saya siapkan dan rencananya, besok (hari ini,) saya sampaikan ke Bupati untuk ditindaklanjuti. Langkah pengunduran diri saya dari jabatan, sebagai langkah yang santun dan menunjukan ke publik, bahwa saya tidak mau, jangan sampai dinilai menyalahgunakan jabatan karena kepentingan politik,” terangnya.
Sementara Bupati Danny saat dikonfirmasi menyatakan, sebagai calon pertahana dirinya menjamin seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemkab Halbar akan bersikap netral serta profesional dalam pelaksanaan pilkada nanti. “Saya sudah meminta kepada seluruh ASN tanpa terkecuali, untuk tetap bekerja sesuai dengan tupoksinya, dan tidak larut dalam kegiatan politik praktis di pilkada,”katanya
Danny juga meminta PNS tidak terpengaruh oleh konstalasi Pilkada, karena urusan PNS hanya untuk melakukan pelayanan publik, biar masyarakat merasa terpanggil dan mendapat pelayanan yang baik dari pemerintah. “PNS harus fokus agar masyarakat tetap bisa dilayani secara maksimal. Saya menjamin semua PNS di halbar akan netral saat pilkada,” tegasnya. (wm01/red)


Tinggalkan Balasan