Desak Kades Tomori Bayar Honor Imam dan Pandeta

Ketua BPD Desa Tomori, Risman Geroda.

LABUHA-pm.com, Kepala Desa Tomori Kecamatan Bacan, Usman Hamzah didesak menyelesaikan honor sejumlah pemuka agama dan perangkat desa.

Desakan itu disampaikan langsung Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tomori, Risman Geroda, Jumat (15/9/2023).

Risman menyebut, usai pencairan Dana Desa (DD) tahap dua sebesar 40 persen, di dalamnya terdapat honor sejumlah pemuka agama dan perangkat desa yang belum dibayar hingga hampir memasuki bulan ke Sembilan atau pencarian tahap tiga.

Risman menjelaskan, sebagai Ketua BPD Tomori dirinya bertanggung jawab atas keluhan aspirasi masyarakat terkait kinerja kepala desa.

"Hingga saat ini honor para imam, pendeta, guru TK, kader posyandu, kader pos pindu, LPM, petugas kebersihan (Cleaning Servis) serta Linmas belum dibayarkan namun, sudah dicairkan anggaran dana desa tahap II ," ungkap Risman.

Untuk besar pembayaran honor berfariasi, mulai dari Rp150 ribu terkecil hingga Rp800 ribu paling terbesar dengan rincian; guru TK/PAUD sebesar Rp500 ribu, dua imam masjid Rp500 ribu, total Rp2 juta. Sama halnya Dua pandeta masing-masing Rp500 ribu, totalnya Rp2 juta.

Sementara Kader Posyandu sebanyak sepuluh orang dengan honor masing-masing Rp250 ribu perbulan. Untuk Posyandu Lanjut Usia (Pos Pindu) sebanyak tiga orang dihitung honor dibayar per kegiatan masing-masing sebesar Rp150 ribu, LPM sebanyak tiga orang, begitupun Linmas dan juga Cleaning Servis terhitung selama empat bulan belum dibayarkan dengan honor senilai Rp800 ribu.

Risman menegaskan, BPD secara kelembagaan sudah melakukan koordinasi dengan mendatangi Kepala Desa Tomori, Usman Hamzah. Ironisnya, koordinasi tersebut tidak membutuhkan hasil seperti yang diinginkan para penerima hak.

"Kami sudah pernah berkoordinasi, hanya saja Pak Kades beralasan nanti dibayarkan, namun hingga saat ini belum juga terbayarkan," ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa Tomori Usman Hamzah dikonfirmasi poskomalut.com melalui pesan WhatsApp belum merespon hingga berita dipublish.

Komentar

Loading...