Ahmad : Jika Ada Muatan Kampanye Masuk Unsur Pidana

Dua Kepala Dinas di Halut Kawal Reses Bacaleg Golkar di Loloda

Foto Bacaleg bersama Dua Kepala OPD Pemda Halut usai agenda reses di Loloda.

TOBELO-pm.com, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Nyoter Koenoey dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Halmahera Utara Naftali Gita turut kawal reses bakal calon legislatif Daerah Pemilihan (Dapil) IV Galela Loloda dari partai Golkar, Cristina Lesnusa, Rabu (24/5/2023).

Reses tersebut dipusatkan di Tiga desa, Kecamatan Galela Barat dan Loloda Utara.

Reses istri Bupati Halut yang dikawal dua ASN itu lansung mendapat sorotan keras Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Halut. Karena setiap anggota DPRD yang melaksanakan reses tidak melakukan kampanye ketika bertatap muka dengan masyarakat. Jika ada muatan kampanye maka itu masuk unsur pidana.

Anggota Bawaslu Halut Divisi Pengawasan, Ahmad Idris mengatakan pihaknya terus memantau pergerakan anggota DPRD provinsi yang reses. Kata dia, jika ada yang kampanya di saat reses maka, akan dipanggil dan dimintai keterangan karena melanggar aturan.

"Iya, kami terus memantau pergerakan mereka yang saat ini lagi melakukan reses, Panwas yang ada di setiap kecamatan sudah d tugaskan untuk memantau anggota DPRD yang reses, jika terdapat melanggar aturan maka akan dibubarkan kegiatan reses tersebut,"jelasnya Rabu (24/5/2023).

Disebutkannya, pihaknya bakal menelusuri oknum PNS yang terlibat dalam reses tersebut. Karena menurut Ahmad, sebenarnya PNS tidak bisa terlibat dalam hal-hal seperti ini (reses) anggota DPRD.

"Kami akan telusuri karena telah mendapatkan informasi ada oknum PNS yang ikut dalam reses anggota DPRD ini, apa maksud dan tujuan sehingga mereka ikut terlibat dalam reses anggota DPRD,"ujarnya

Lebih lanjut ia menyampaikan, sekarang ini tahapan DCS Bacaleg sudah berjalan maka, PNS harus menjaga jarak.

“Anggaran ini adalah uang negara makanya jangan dimanfaatkan untuk kepentingan politik, karena aturan, jika terbukti melakukan kampanye maka akan di pidana,"tuturnya.

Komentar

Loading...