LABUHA-pm.com, Pengelolaan anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas Dolik, Gane Barat Utara, Halmahera Selatan selama dua tahun terakhir diduga disalahgunakan Kepala Puskesmas Sofyan Umsohi dan Bendahara Sakila Abdul Fatah.

Sofyan Umsohi yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas Dolik sejak 2021 itu tidak transparan dengan pengelolaan dana BOK yang bersumber dari APBN. Diketahui, BOK yang dikelola Sofyan dalam satu tahun sebesar Rp1 miliar lebih.

Tetidak transparannya Sofyan dan Sakila memicu protes sejumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Dolik saat rapat, Senin 13 November kemarin.

Rapat tersebut beragenda pembahasan sisa anggaran BOK di periode Juli-Agustus 2023, senilai Rp238. 793, 344 atau 200 juta lebih yang dipakai untuk reakreditasi Puskesmas.

“Uang itu kan mereka (Kapus dan bendahara) sengaja tahan katanya persiapan reakreditas Puskesmas. Ternyata kami tanya anggaran itu, Kapus dengan bendahara bilang sudah habis pakai reakreditas,” ungkap salah satu sumber terpercaya media ini, Selasa (14/11/2023).

Mendengar pengakuan tersebut, sejumlah staf kaget dan heran, karena reakreditas Puskesmas memakan anggaran sebesar Rp200 juta lebih tanpa sisa. Padahal, anggaran reakreditas sebelum Sofyan Umsohi menjabat sebagai hanya menghabiskan anggaran Rp67 juta lebih.

“Tapi yang ini sampai 200 juta lebih. Anehnya kami tanya rinciannya mereka bilang belum bikin rincian. Padahal reakreditas sudah selesai satu bulan yang lalu. Makanya kami bilang tidak ada tranparansi dari Kapus dan bendahara ini yang jadi pertanyaan dibenak kami,” tuturnya.

Selain itu, sejak Sofyan dan Sakila menjabat, kegiatan triwulan yang rutin dilakukan selalu meninggalkan utang dengan nilai ratusan juta.

“Padahal Kapus lama itu setiap turun kegiatan per triwulan utang BBM, uang makan dan ATK itu paling di atas Rp30 juta dan paling rendah Rp15 juta terus ada rinciannya. Tapi yang dia (Sofyan Umsohi ) ini per triwulan itu kadang utang sampai Rp130 juta,” cetusnya.

Ia menandaskan, Sofyan mengambil kebijakan ada dana saving setiap triwulan. Nilainya bervariasi dari Rp20 juta sampai Rp40 juta setiap triwulan. Padahal, namanya dana BOK itu dipakai habis untuk kegiatan pelayanan kesehatan untuk kebutuhan masyarakat (pasien).

“Ada dana saving tapi dia masih utang di atas ratus juta setiap triwulan. Terus dana saving itu disimpan untuk apa. Yang jelas selama Sofyan Umsohi menjabat dari tahun 2021 sampai sekarang tidak ada transparansi pengelolaan dana BOK. Padahal dalam satu tahun dan BOK yang dikelola Rp1 miliar lebih,” tandasnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Dolik Sofyan Umsohi dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp mengatakan, anggaran BOK tersebut sudah terbagi seusai kegiatan.

“Dana BOK itu torang (kami) bagi sudah sesuai dengan kegiatan,”singkatnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan, Asia Hasjim ditemui mengatakan, Kepala Puskesmas Dolik akan dipanggil guna mengkroscek terkait laporan atas dugaan menyalahgunakan anggaran BOK.

“Kami akan panggil yang bersangkutan untuk menindaklanjuti laporkan tersebut. Jika terbukti maka kita berikan sanksi tegas,” tukasnya.