poskomalut.com
baner header

IMM Desak Bupati Benny dan Sekda Keluar dari Morotai

MOROTAI-PM.com, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Pulau Morotai mendesak dua pejabat utama yakni Bupati Benny Laos dan Sekretaris Daerah (Sekda) Andrias Thomas, untuk segera keluar dari Morotai. Pasalnya, orang nomor satu dan tiga di Pemda Morotai itu diduga kuat otak dibalik carut marutnya birokrasi saat ini.

“Bupati, pak sekda, kalau anda datang hanya mengotak atik birokrasi daerah ini kemudian hanya bersenang-senang di atas penderitaan rakyat Morotai. Maka, jangan hidup di Morotai. Keluar saja dari Kabupaten Pulau Morotai, rakyat tidak membutuhkan anda. Sebab, rakyat Morotai membutuhkan pemimpin-pemimpin yang ideal. Pemimpin yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, bukan mengotak atik dan memutasi ASN,” koar Cilfan Djaguna, salah satu orator utama dalam aksi IMM di depan Kantor Bupati Morotai, Selasa (14/09/2021).

Sejumlah variabel yang membuat IMM merasa geram dan meminta dua pejabat itu harus keluar dari Morotai itu terkait amburadulnya pengelolaan birokrasi misalnya mutasi puluhan guru ke Satpol PP.

“Masa orang yang profesinya sebagai guru di mutasi ke satpol PP, logika sebagai kepala daerah bagimana,? Di media sosial, pupati pe nama paling bagus. Tapi ketika dibuktikan di lapangan ini Bupati Pulau Morotai ternyata tidak memilik kemampuan manajemen terhadap jalannya roda pemerintahan. Kelebihannya hanya memutasi ASN yang profesinya guru ke Satpol PP,” cetusnya geram.

“Kita patut merasa tersinggung ketika hak-hak itu di intimidasi dan diotak atik oleh Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai. Nanti kita usir sekda juga. Sekda itu usir pa dia, kase kembali di habitatnya di Pemerintah provinsi Maluku Utara, bukan di Kabupaten Pulau Morotai. Tempatnya itu bukan di sini, kalau datang kesini kong cuma otak atik pemerintahan daerah ngapain dia mo (mau) datang di sini. Sekda adalah pecundang sejati yang datang di Morotai hanya mengotak atik roda pemerintahan,” ungkapnya.

Cilfan yang juga mantan ketua IMM Kota Ternate itu meyakini bahwa apa yang dilakukan penguasa hari ini bakal dibalas oleh Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa.

“Kami selama ini cukup menghadapi ujian dan tantangan yang anda berikan kepada rakyat Morotai dan generasai muda. Tetapi hukum karma itu berlaku. Allah tidak akan menutup mata dan tuli. Bahwa Allah juga akan mendengar tangisan-tangisan anak negeri hari ini yang datang di hadapan Kantor Bupati Morotai. Suatu kelak, anda juga akan dikutuk Tuhan yang maha kuasa, karena hak-hak rakyat kabupaten Pulau Morotai anda intimidasi dan hanya bersenang-sengan di atas penderitaan rakyat,” tandasnya.

Diketahui, beberapa waktu lalu Sekda Morotai, Andrias Thomas dikonfirmasi terkait mutasi guru ke Sapol PP. Dirinya mengaku, bahwa mutasi itu penyebabnya adalah para guru memiliki kinerja yang kurang baik.

“Penyebabnya kinerja guru kurang bagus, kalau soal tidak divaksin itu ditahan gajinya dan itu perintah pak bupati,” pungkasnya.(Ota/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: