Kanwil Kemenkumham Malut Dorong Percepatan Pendaftaran Indikasi Geografis Duku Bacan

Tim Subbidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Divisi Pelayanan Hukum dan HAM melakukan pendampingan permohonan indikasi geografis langsung ke Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupetan Halmahera Selatan.

LABUHA-pm.com, Kabupaten Halmahera Selatan merupakan salah satu daerah di Maluku Utara yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang beragam.

Kekayaan tersebut mestinya dilindungi dengan baik dan benar agar tidak punah atau diakui bahkan beralih kepemilikannya ke daerah lain.

Besarnya potensi indikasi geografis di Kabupaten Halmahera Selatan, ternyata sampai saat ini belum ada satupun yang didaftarkan sebaga Kekayaan Intelektual (KI).

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku Utara melalui Tim Subbidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Divisi Pelayanan Hukum dan HAM melakukan pendampingan permohonan indikasi geografis langsung ke Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupetan Halmahera Selatan.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Halmahera Selatan, Agus Heriawan mengatakan, kelanjutan permohonan pendaftaran untuk beberapa Indikasi Geografis di Kabupeten Halmaher Selatan pernah didaftarkan masih banyak terdapat kekurangan data, seperti Duku Bacan, Pala Makian, Kopi Liberika, Mawe dan Kenari Makian.

Kepala Sub Pelayanan Kekayaan Intelektual Suhaemi Junaedi menjelaskan, beberapa kekurangan mendasar yang sangat penting dalam mendaftarkan Kekayaan Intelektual diantaranya, kelengkapan berkas serta deskripsi indikasi geografis yang mana perlu diatur dengan baik.

Adapun, buku deskripsi, surat keputusan bupati terkait dengan kelompok tani, dokumentasi yang menunjukan indikasi geografis tersebut. Dan, deskripsi indikasi geografis.

“Apabila ada kendala teknis terkait penyusunan, bisa dikomunikasikan dengan Tim Pendaftaran IG Kanwil Maluku Utara agar proses pendaftaran bisa berjalan dengan lancar”, ungkap Suhaemi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kab. Halmahera Selatan menyampaikan proses persetujuan SK yang akan diterbitkan bupati.

Sementara, buku deskripsi Duku Bacan masih terkendala dokumentasi, karena saat ini belum musim.

“Tapi kami akan upayakan secepatnya dan untuk kelengkapan yang sudah ada kami akan menyerahkannya,” ucapnya.

Komentar

Loading...