Kabid Propam : Tersangka Tetap Ditahan

Kapolda Perintahkan Kasus Penganiaayan Mahasiswa Halut Tetap Diproses

Kapolda Malut, Irjen Pol Midi Siswoko.

TERNATE-pm.com, Tiga anggota Polri di Hamlamhera Utara yang terjerat kasus penganiayaan rupanya belum sepenuhnya merasa aman.

Pasalnya, kasus dugaan penganiayaan terhadap mahasiswa Unversitas Halmahera (Unira) Yulius alias Ongen sebelulmnya telah dihentikan, namum Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Midi Siswoko memerintahkan Kabid Propam menelusuri dugaan pemberian uang senilai Rp80 juta terhadap korban.

Yulius dianiaya tiga polisi, yakni Bripda Fidyanto Rigi Cakarboty Kroons alias Fidy (21), Bripda Sofyan Potabuga alias Opan (20) dan Bripda Djarja Raharta alias Arja (22).

"Jika informasi pemberian uang benar, saya minta Kabid Propam menindaklanjuti,” pinta Midi, Selasa (3/1/2022).

“Saya berterimakasih sekali atas informasi tersebut,” imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Reskrimum Polda Kombes Pol Dwi Hindarwana baru-baru ini mengatakan penyerahan uang Rp 80 juta itu atas permintaan korban untuk biaya perawatan.

"Total Rp80 juta itu untuk biaya perawatan,” singkatnya.

Terpisah, Kabid Propam Polda Kombes Pol Wahyu Agung Sujatmiko menegaskan, meski di Ditreskrimum kasus tersebut berakhir dengan restorative justice, prosesnya tetap berlanjut.

“Bukan berarti kasus ini setelah restorative justice di tempat beliau (Direktur Reskrimum, red) selesai, di tempat kami (Bidang Propam, red) tidak berproses. Tidak seperti itu,” tegasnya.

Lanjutnya, kasus dugaan penganiayaan itu sudah hampir disidangkan.

"Sudah hampir disidangkan empat orang. Jadi di tempat saya (tersangka) tetap ditahan,” pungkas Wahyu.

Sekadar diketahui, ketiga anggota Polres Halmahera Utara itu ditahan di Ruang Tahanan Polres Ternate.

Korban sendiri telah mencabut laporan setelah keluarga pelaku sepakat membayar biaya pengobatan senilai Rp80 juta sebagaimana kuitansi yang tertuang dalam lembaran kesepakatan perdamaian yang ditandatangani korban di atas materai Rp10 ribu.

Proses pembayaran uang pengobatan ini dilakukan sebanyak tiga kali, yakni penyerahan uang tunai sebanyak Rp35 juta yang diberikan langsung keluarga tersangka kepada korban didampingi keluarga, kemudian sisanya ditranfer melalui rekening sebesar Rp25 juta dan Rp20 juta.

Komentar

Loading...