BLH dan ESDM Maluku Utara Lemah Pengawasan

Koordinator KATAM Malut, Muhlis Ibrahim.

TERNATE-PM.com, Konsorsium Advokasi
Tambang (KATAM) Provinsi Maluku Utara (Malut), menilai Dinas Energi dan Sumber
Daya Mineral (ESDM) dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) provinsi Malut,
lalai dalam melakukan pengawasan pengelolaam limbah tambang B3.

Hal ini dikatakan Koordinator KATAM Malut,
Muhlis Ibrahim pada sejumlah wartawan, Selasa (17/09/2019). Menurutnya, salah satu persoalan
yang wajib diseriusi dalam kegiatan pertambangan adalah lingkungan hidup. Hal
ini karena kegiatan pertambangan berkatan erat dengan lingkungan hidup sekitar.

“Dan
untuk Maluku Utara, kendala terbesar yang mengganggu aktivitas kegiatan
pertambangan adalah pengelolaan limbah tambang. Terlebih khusus lagi limbah
tambang yang masuk dalam kategori, Bahan Berbahaya Beracun (B3),” katanya.

Menurutnya,
dari hasil pengamatan KATAM di lapangan, ditemukan beberapa perusahan besar di
Maluku Utara yang kini masih aktif beroperasi tidak memiliki tempat pengelolaan
limbah B3.

“Banyak
temuan KATAM di lapangan ternyata perusahan-perusahan besar yang saat ini masih
mengeruk kekayaan alama di Malut tidak punya tempat pengelolaan limbah B3,”
sebut Muhlis.

Perusana tersebut di antaranya, PT. Fajar Bhakti Nusantara, PT. Adidaya Tangguh, dan PT. Servindo. Ketiga perusahan ini tidak beritikad baik untuk melakukan pengelolaan limbah B3, sehingga persoalan yang muncil sekarang ini terjadi penumpukan limbah B3 dengan jumlah yang relatif besar. “Jika persoalan ini tidak perhatikan serius, bisa dipastikan Provinsi Maluku Utara akan mengalami kiamat lingkungan hidup,” tegas Muhlis.

Dirinya menuding pemerintah provinsi Maluku Utara (Malut) dalam hal ini BLH dan Dinas ESDM gagal melakukan pengawasan terhadap pengelolaan limbah B3. “Untuk itu, pemerintah provinsi dalam hal ini dinas ESDM dan Lingkungan Hidup perlu melakukan pengawasan ketat terhadap limbah B3 hasil dari kegiatan pertambangan,” katanya. Seraya meminta pemerintah untuk memberikan sanksi tegas bagi perusahan tambang yang tidak patuh pada kaidah-kaidah pengelolaan lingkungan. (red)

Komentar

Loading...