poskomalut, Keluarga korban pembunuhan sadis mendatangi Polres Halmahera Utara. Mereka meminta kejelasan kasus hilangnya nyawa Santi.

Amatan jurnalis media ini, Sabtu (27/12/2025), sekira pukul 19.20 WIT, keluarga Sinta sudah memadati kantor Polres Halut.

Pihak keluarga ingin memastikan pelaku sudah ditahan di sel tahanan Polres Halut. Mereka juga meminta pihak kepolisian mengungkap kasus tersebut secara cepat dan transparan.

Kasat Reskrim Polres Halut, IPTU Rinaldi Anwar dihubungi mengaku berada di luar daerah.

“Kita ada di luar bro,” tulis IPTU Rinaldi membalas pesan konfirmasi via WhatsApp.

Kasat Resrkrim menjawab pertanyaan wartawan ihwal motif pembunuhan “motifnya, karena asmara ya”.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sinta, gadis 18 tahun asal Desa Wari itu meregang nyawa secara sadis di tangan pelaku, Andre Wamrau.

Korban dikabarkan hilang pada 13 Desember lalu. Sinta ditemukan pada 25 Desember di jebatan Desa Wari.

Bukan jasad, tapi Sinta ditemukan tersisa tulang atau kerangka dikemasi dalam sebuah karung bersamaan dengan pakaian yang terakhir kali dipakai korban.

Pelaku mutilasi sudah diringkus polisi pada Jumat 26 Desember pukul 20:00 WIT, di tanjung Niara.

Polres Halut juga mengamankan dua saksi. Mereka diduga kuat mengetahui kejadian mutilasi tersebut.

Ini dikuatkan dengan pengakuan salah satu saksi, diminta pelaku untuk membuang tubuh korban di dalam karung tersebut.

Mag Fir
Editor