Lakukan KDRT, Polisi Diminta Hukum Berat Kades Kaireu

Ilustrasi.

LABUHA-pm.com, Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan Kepala Desa Kaereu, Bacan Timur, Abubakar Malayu terhadap istrinya, Nurbaya mendapat kecaman dari Srikandi Pemuda Pancasila (PP), Halmahera Selatan.

Nurbaya, dianiaya Abubakar hingga mengalami memar serta luka di beberapa bagian tubuh.

Informasi yang dirangkum Posko Malut, sudah dua kali Abubakar menganiaya istrinya namun, baru kali ini di laporkan ke Polres Halmahera Selatan.

Dari peristiwa naas tiga bulan lalu, Nurbaya mengalami luka sobek di bagian kepala dan dilarikan ke rumah sakit umum Daerah Labuha (RSUD) guna menjalani perawatan medis.

"Yang lalu itu sampe dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka sobek di kepala. Nah, kali ke dua ini baru dilaporkan ke Polres Halsel," ungkap paman korban yang enggan namanya dipublish.

Ketua Srikandi PP, Halmahera Selatan, Diana M, Nur menekankan, Abubakar Malayu  harus menjadi contoh sosial yang baik bagi banyak orang terutama masyarakat Desa Kaereu.

"Sebagai sesama perempuan persoalan ini tidak bisa dibiarkan terjadi berlalu, karena bisa saja terjadi terhadap perempuan yang lain. Tentu pelaku harus dihukum berat atas apa yang diperbuat," bebernya.

Ia menegaskan, Srikandi PP akan melaporkan kasus tersebut Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPPA) Halmahera Selatan.

"Korban sudah melapor ke Polres Halsel, kami juga akan melaporkan kasus ini ke DPPPA agar kasus ini dikawal bersama-sama. Karena, sebagai perempuan tentu dari kasus tersebut korban juga trauma akan kejadian itu," jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Halmahera Selatan, IPTU Dwi Aryo Wibowo dikonfirmasi terpisah melalui sambungan telepon WhatsApp belum dapat tersambung hingga berita ini dipublis.

Komentar

Loading...