Oknum Pegawai Kesbangpol Ternate Digugat ke Pengadilan

Sidang dipimpin Budi Setiawan selaku hakim ketua.

TERNATE-pm.com, Oknum pegawai negeri sipil di Badan Kesbangpol Kota Ternate berinisial AML alias Adriyati M. Luma digugat ke Pengadilan Negeri Ternate atas dugaan tindak pidana penipuan.

Gugatan terhadap perempuan kelahiran 1984 terkait penipuan proyek pemasangan tiang lampu jalan di Kabupaten Halmahera Barat pada 2020 lalu.

Dalam proyek itu tergugat selaku penyedia. Sesuai perjanjian kontral kerja, tergugat dan penggugat, M. Rachmar Hidayat Sosal menyepakati hasil keuntungan proyek dibagi dua dari total pagu Rp900 juta.

Penggugat mendapat 60 persen sesuai nilai yang disepakati.

Kasus itu bermula ketika AML meminjam uang penggugat pada Desember 2020 lalu. Pada 28 Desember 2020, tergugat menelpon istri penggugat dan mengatakan meminjam uang sebesar Rp75 juta, kerana ada proyek dan pembagian hasil 60/40 persen antara kedua belah pihak. Dari percakapan itu kemudian keduanya menghadap Notaris Hairul Siden pada 29 Desember 2020.

“Bersepakat perjanjian kontrak kerja bagi hasil antara klien kami dengan Adriyani M Luma sebesar 60 persen kepada pihak kedua dari total biaya Rp900 juta. Bahwa dalam hal ini klien kami merupakan distributor dan harus menerima dari pembagian hasil tersebut sebesar Rp300 juta sesuai perjanjian kontrak kerja,” jelas penasehat hukum penggugat, Sarman Riadi, ketika disembagi media ini usai sidang media di Pengadilan Negeri Ternate, Kamis (9/3/2023).

Sarman mengatakan, gugatan wanprestasi diajukan lantaran tergugat lalai terhadap kesepakatan. Terhitung sejak 28 Desember 2020 sampai Maret 2021, harusnya penggugat sudah menerima fee bagi hasil sebesar 60 persen.

“Namun fakta sampai dengan gugatan ini kami ajukan tergugat Adriyanti M Luma hanya mengembalikan Rp30 juta. Yang bersangkutan masih memiliki sisah utang dan atau melunasi kepada klien kami sebesar Rp270 juta. Sudah berulang kali klien kami mengatkan baik lisan maupun tertulis (somasi), namun tergugat tidak pernah mengindahkan. Tadi di depan majelis hakim kami sudah sampaikan kasus ini tetap dilanjutkan,” ucapnya.

Kerugian materil atas kasus ini ditaksir mencapai Rp130 juta. Rp125 juta hasil keuntungan selama lima bulan dari modal usaha online, dan pengeluaran lainnya, termasuk membayar pengacara Rp25 juta.

“Sedangkan immaterilnya ditaksir Rp100 juta. Klien kami tidak dapat memutar modal usaha. Klien kami malu dengan masyarakat sekitar, terutama kepada keluarga karena penggugat tidak bisa bayar biaya kuliah S2,” bebernya.

Komentar

Loading...