poskomalut,com. Aksi pengroyokan dan penganiayaan terhadap dua pemuda Desa Suma, Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan disinyalir akibat dari kinerja Polsek Pulau Makian yang lemah dan terkesan cuek atas laporan masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, aksi pengroyokan yang dilakukan sejumlah pemuda Desa Gitang diduga dipicu dendam lama. Pasalnya, beberapa waktu lalu, kejadian penganiayaan dilakukan sejumlah pemuda Desa Suma terhadap Suaryadi Suleman asal Desa Gitang.
Kejadian itu lalu dilaporkan ke Polsek Pulau Makian, bahkan korban pun sudah divisum. Namun sampai saat ini laporan tersebut tidak pernah ditindaklanjuti pihak Polsek Pulau Makian. Selain Polsek Pulau Makian yang dinilai tidak sigap terhadap laporan warga, Kepada Desa Samsuma pun dianggap tidak koperatif karena diduga melindungi pelaku pengroyokan. Buntutnya, kejadian serupa dibalas sejumlah pemuda Desa Gitang, pada Kamis 28 April kemarin.
Kepala Desa Suma, Mahrus Kadir saat dikonfirmasi media ini, Sabtu (30/4/2022 ) meminta, masalah pemukulan terhadap warganya secepatnya harus diproses.
“Tadi kami ada rapat dengan kepala-kepala desa se-Kecamatan Pulau Makian bersama camat, Kaplosek Pulai Makian, dan Babinsa dalam ranka menutup tempat wisata di Powate, mengingat karena ada masalah pengeroyokan kemarin,” ujarnya.
Mahrus mengatakan, masyarakat Desa Suma meminta kepada Kapolsek Pulau Makian segera menangkap pelaku pengroyokan paling lambat dua hari.
“Saya juga bertanya kepada Kapolsek soal pelakunya sudah ditangkap atau belum, dan ternyata Kapolsek menyampaikan pelakunya baru 1 yang ditangkap itupun masih status saksi,” ujarnya.
Kata Mahrus, dalam rapat itu ia menegaskan kepada Polsek Pulau Makian agar menyikapi masalah ini dengan serius dan secepatnya dituntaskan.
Terkait dengan pengroyokan yang dilakukan terhadap pemuda Desa Gitang beberapa waktu lalu, Mahrus membenarkan kejadian tersebut. Namun, dirinya membantah melindungi para pelaku. Bahkan, ia menilai kejadian itu hanya kenakalan remaja. Selain itu, Mahrus juga menyesalkan kinerja Polsek Pulau Makian yang dinilai lemah dan terkesan cuek terhadap laporan masyarakat.
Sementara, Kepala Desa Gitang, Rudi Talib meminta para saksi dihadirkan untuk dimintai penjelasan terkait tindakan pengeroyokan pada, Kamis 28 April kemarin.
“Para saksi dimintai penjelasan apa yang terjadi pada malam itu, karena saya juga di Bacan menuju Ternate, jadi kejadian itu juga saya tidak di tempat,” ungkapnya.
Rudi Talib juga membenarkan kejadian pengroyokan beberapa waktu lalu. Rudi menyebut, proses penyelesaian pengroyokan beberapa waktu lalu belum selesai mungkin karena pelakunya tidak mau hadir atau melarikan diri. Sehingga imbasnya pengroyokan kembali terjadi di Desa Gitang.
Sementara itu, Kaposlek Pulau Makian, IPDA Hamdan ketika dikonfirmasi terkait kebenaran informasi tersebut sejak Jumat (29/4/2022) hingga Sabtu 30/4/2022) via telpon tidak tersambug.
Jurnalis media ini kembali mengonfirmasi kepada Suhardi, Kanit Intel Pulau Makian yang memberikan keterangan di pemberitaan sebelumnya, sudah tidak bisa tersambung.
Hingga berita ini dipublis, pihak Polsek Pulau Makian belum dapat dikonfirmasi.



Tinggalkan Balasan