Penyidik Polda Periksa Bupati Halut 1 Jam

Kabag Wassidik Dit-Reskrimum Polda Malut Hengki Setiawan

TERNATE-PM.com, Kasus pencamaraan nama baik yang diduga dilakukan Bupati Halmahera Utara (Halut) Frans Manery yang dilaporkan eks manager social performance membidangi pengelolaan CSR PT NHM Ajarani Mangkujati mulai ada titik terang. Hal ini setelah penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara (Malut) memeriksa Bupati Frans Manery selama satu jam, juga dilakukan kepada pihak Kecamatan, Sekretaris Daerah (Sekda), beberapa Kepala Dinas Pemkab Halut serta ahli, dan menemukan satu alat bukti.

“Jumat
kemarin penyidik berjumlah 4 orang telah memeriksa Bupati Halut di kantornya
beserta pihak camat, sekda, bebarapa kadis, serta ahli,” ungkap Kabag Wasidik
Ditreskrimum Polda Malut AKBP Hengky Kurniawan, Rabu (27/11) kemarin.

Menurut
Hengky, setelah dilakukan pemeriksaan itu dalam minggu ini akan dilakukan
gelar perkara
untuk menentukan kapasitas kasus yang dilaporkan Anjarani. Apakah kasus ini
cukup bukti atau tidak dinaikkan
ke tahap penyidikan. “Masih
menunggu hasil gelar perkara dalam waktu dekat ini karena tim penyidik
sebagain diluar daerah” ujarnya.

Hengky menuturkan terkait surat yang dimasukan oleh Kompolnas ke internal pengawasan Polda Malut adanya kasus itu pihkanya akan menjawab setelah gelar perkara. Sementara menyangkut laporan balik Bupati Halut ke Anjarani nanti dilihat melalui gelar perkara cukup bukti atau tidak maka laporan yang diajukan Bupati akan ditindaklanjuti. “ Untuk fakta hukumnya setelah penyidik memparkan hasil gelar perkara dalam waktu dekat ini. Apakah cukup bukti yang kuat atau tidak akan dikeluarkan rekomendasi selanjutnya,” tandasnya. (Nox/red)

Komentar

Loading...