Polda Malut Mulai Lidik Dugaan Perdangan Manusia

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Asri Effendi.

TERNATE-pm.com, Polda Maluku Utara (Malut) membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) untuk menyelidiki informasi terkait dugaan perdangan manusia (Human Trafficing).

Penyelidikan difokuskan pada Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah Maluku Utara yang diperkerjakan sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di sejumlah negara.

Ketua Satgas TPPO, yakni Kapolda Malut, Irjen (Pol) Midi Siswoko melalui Wakil Ketua Satgas, Kombes (Pol) Asri Effendi dikonfirmasi di ruang kerjanya menyatakan, penyelidikan dugaan pedagangan manusia sesuai instruksi Kapolri sudah mulai didalami.

Pendalaman adanya dugaan TPPO di Malut kata Asri, dilakukan dengan membangun koordinasi dan komunikasi aktif dengan dinas terkait untuk melihat data.

Data yang dilihat nanti mulai dari perusahaan penyalur tenaga kerja maupun orang-orang Maluku Utara yang saat ini menjadi tenaga kerja migran di luar negeri.

Lebih lanjut Asri mengakui, sejauh ini pihaknya atau Satgas TPPO belum mendapat informasi adanya WNI asal Malut yang dipekerjakan di luar negeri.

"Sejauh ini belum ada data-data, termasuk juga dari dinas terkait," katanya.

Meski begitu Asri tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat di Maluku Utara tidak mudah terpengaruh dengan bentuk apapun maupun rayuan untuk menjadi tenaga kerja migran.

"Selalu hati-hati dengan melihat perusahaan tenaga kerja yang resmi, sehingga tidak menjadi masalah," tuturnya.

Bahkan dirinya juga meminta masyarakat untuk melaporkan ke kepolisian terdekat jika melihat atau mendengar adanya dugaan TPPO.

"Kalau ada masyarakat yang ditawar, baik itu diri sendiri, keluarga maupun kerabat yang ditawar, mohon informasikan juga ke kami, sehingga informasi itu juga bisa didalami," pungkasnya.

Komentar

Loading...