MOROTAI-PM.com, Sejumlah Pulau yang menjadi tujuan wisata di Kabupaten Pulau Morotai terancam tenggelam. Hal ini karena abrasi pantai yang menghantam pulau tersebut, misalnya Pulau Dodola dan Pulau Kolorai.
Selain itu juga, abrasi pantai yang mengancam tenggelamnya pulau itu lantaran ulah manusia, karena pembangunan sejumlah bangunan di pulau Dodola diduga kontraktor mengambil material pasir di pulau itu. Akibatnya mempengaruhi struktur pulau itu, bahkan saat ini sudah terjadi abrasi yang cukup mengkhawatirkan. “Torang ada Lia dorang angka pasir di pulau itu untuk bangun sejumlah bangunan di pulau Dodola,” ungkap salah satu warga yang sering berada di dua pulau itu.
Sementara, untuk pulau Kolorai sendiri itu juga dipreriksi bisa tenggelam lantaran talud penahan ombak sekitar 300 meter sudah rusak parah bahkan sebagian daratan sudah terkikis oleh abrasi pantai.
“Jika tanggul tidak secepatnya diperbaiki, maka bangunan PLN akan hanyut dibawah ombak, karena jarak air dengan bangunan PLN sekarang jaraknya sekitar 10 meter,” tandasnya.
Ia meminta Dinas PU dan Parawisata untuk segera memperbaiki ini, karena jika kedua pulau hilang maka jangan bicara promosi wisata. Sementara, Dodola saat ini menjadi kebanggaan kabupaten Morotai termasuk pulau Kolorai.
Terpisah Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pulau Morotai, Abubakar R Rajak saat dikonfirmasi mengungkapkan telah menindaklanjuti tanggul penahan ombak yang rusak di Desa Kolorai. “Intinya sudah diusulkan ke pusat melalui BNPB untuk tahun 2021,” katanya singkat.
Terkait abrasi pantai di pulau Dodola, Kepala Dinas Prawisata Pulau Morotai (Dispar) Ida Arsad ketika dikonfirmasi juga membantah jika ada kontraktor yang mengambil pasir untuk bangun proyek di pulau itu. “Tarda, kontraktor sudah konfirmasi dorang tara ambil di situ. Dorang beli pasir dari luar Dodola,” akhirnya. (ota/red)


Tinggalkan Balasan