poskomalut, Real Estate Indonesia (REI) Maluku Utara menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan sektor properti di wilayah timur Indonesia sepanjang tahun 2025.
Ketua REI Malut, Halim Amrudani menegaskan bahwa kondisi properti pada semester I tahun ini menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan peningkatan aktivitas transaksi terutama di segmen rumah subsidi dan menengah.
“Iya, kondisi properti di Maluku Utara pada semester I tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Minat masyarakat terhadap hunian siap huni terus tumbuh, meski masih terbatas pada wilayah tertentu seperti Ternate dan Sofifi,” ujar Halim, Selasa (12/8/2025).
REI Malut mencatat bahwa tren penjualan naik sedikit dibandingkan tahun lalu. Target belum dikoreksi secara signifikan karena masih ada potensi pasar yang bisa digarap.
Pengembang mulai menyesuaikan strategi produk dan harga agar lebih sesuai dengan daya beli masyarakat.
Perpanjangan insentif PPN DTP hingga akhir tahun dinilai sangat membantu. Kebijakan ini diyakini mampu mendongkrak penjualan properti, termasuk komersial.
Pengembang di Malut telah menyiapkan stok yang cukup untuk menyambut insentif ini, baik untuk rumah tapak maupun ruko.
Namun, tantangan tetap ada. Daya beli masyarakat mengalami penurunan tipis akibat tekanan ekonomi dan suku bunga tinggi. Hambatan terbesar datang dari sistem layanan informasi keuangan (SLIK), yang sangat menghambat proses pembelian rumah.
“Semua bank penyalur tetap tidak memiliki kebijakan khusus untuk mengakomodasi kondisi ini. Ini menjadi tantangan besar bagi kami di daerah,” tegas Halim.
Selain itu, belum terealisasinya penerapan BPHTB dan PBG gratis di beberapa kabupaten/kota serta syarat perbankan yang tidak memberikan kemudahan menjadi hambatan serius bagi pengembang.
Hal ini memperlambat realisasi proyek dan akses masyarakat terhadap hunian.
Sebagai langkah strategis, REI Malut telah menandatangani MoU pembangunan 1.000 unit rumah di Kabupaten Halmahera Tengah dan sedang mempersiapkan MoU serupa dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk pembangunan 1.000 unit rumah di Kota Sofifi.
“Kami berharap pemerintah daerah dan bank pelaksana dapat menerapkan kebijakan pemerintah pusat, khususnya dari Kementerian PUPR, secara konsisten di daerah. Dukungan ini sangat penting agar sektor properti di Malut bisa tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Halim.
REI Malut juga mendorong pemerintah daerah untuk memberikan dukungan nyata terhadap penyediaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU), termasuk akses jalan lingkungan, drainase, dan penerangan.
Penyediaan air bersih juga menjadi kebutuhan mendesak yang harus diprioritaskan agar kawasan perumahan yang dibangun benar-benar layak huni dan berkelanjutan.
“REI Malut siap menjadi mitra strategis dalam mewujudkan hunian layak, terjangkau, dan mendukung pembangunan kawasan yang merata di seluruh wilayah Maluku Utara,” tutup Halim Amrudani.


Tinggalkan Balasan