poskomalut, Turnamen Pemuda Cup I Desa Bajo, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), berhasil menggalang dana hingga ratusan juta rupiah untuk pembangunan masjid.
Turnamen yang melibatkan 126 tim tersebut resmi berakhir pada Sabtu (10/10/2026), ditandai dengan penutupan Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muksin, di Lapangan Al-Jihad, Desa Bajo.
Selain menjadi ajang kompetisi olahraga dan hiburan masyarakat, kegiatan ini mendapat perhatian karena mengusung misi sosial dan keagamaan. Penggalangan dana untuk pembangunan masjid menjadi tujuan utama penyelenggaraan turnamen
.
Dalam partai final futsal kategori dewasa, Sinar Kayoa berhasil keluar sebagai juara setelah menaklukkan JDR dengan skor tipis 2-1. Kemenangan tersebut sekaligus memastikan Sinar Kayoa membawa pulang piala bergilir Pemuda Cup I Desa Bajo.
Wakil Bupati Halsel, Helmi Umar Muksin, memberikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat Desa Bajo yang dinilai mampu menyelenggarakan kegiatan berskala besar sekaligus menjaga kepercayaan publik.
Menurut Helmi, mengemban amanah untuk menggalang dana pembangunan masjid melalui kegiatan tingkat desa merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.
“Di tengah ketidakpercayaan publik terhadap berbagai faktor, di level terkecil ini masih bisa menjaga kepercayaan ketika diberikan amanah. Sepanjang itu dilakukan dengan baik dan tujuan mulia, insya Allah hasilnya luar biasa,” ujarnya.
Helmi juga mengaku terharu dengan keterbukaan panitia dalam menyampaikan laporan keuangan hasil penyelenggaraan turnamen. Ia menilai transparansi tersebut menjadi pelajaran penting, termasuk bagi pejabat publik dalam mengelola amanah masyarakat.
“Saya merasa terharu pencapaiannya sungguh luar biasa. Laporan yang disampaikan begitu terbuka. Ini menjadi catatan penting dan pembelajaran terhadap sebuah kepercayaan,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Helmi turut menyampaikan niat untuk memberikan bantuan secara pribadi guna meringankan beban panitia.
“Malam hari ini secara pribadi saya berniat untuk menambah bantuan. Tujuannya untuk meringankan beban panitia sebelum saya bertolak dari Desa Bajo,” ungkapnya.
Ia menegaskan, nilai utama turnamen tidak semata-mata terletak pada kemenangan dan hadiah, tetapi juga pada partisipasi masyarakat, semangat kebersamaan, serta silaturahmi yang terbangun.
“Partisipasi Anda insya Allah bernilai ibadah dan menjadi amal jariyah. Piala adalah simbol, tetapi partisipasi dan silaturahmi yang terbina adalah hal yang paling utama,” tegasnya.
Pemuda Cup I Desa Bajo mempertandingkan tujuh kategori, yakni futsal umum, futsal tingkat SMP, futsal tingkat SD, bola dangdut, voli putra, voli putri, serta olahraga pikir domino.
Dari total 126 tim peserta, futsal umum diikuti 36 tim, futsal SMP 13 tim, futsal SD 13 tim, bola dangdut 18 tim, voli putra sembilan tim, voli putri enam tim, dan domino 32 tim.
Seluruh pemenang kategori futsal dan voli, mulai dari juara pertama hingga keempat, memperoleh trofi dan uang pembinaan. Sementara itu, para juara kategori lainnya turut mendapat penghargaan sesuai ketentuan panitia.
Keberhasilan turnamen ini menjadi bukti bahwa kegiatan olahraga di tingkat desa dapat menjadi ruang mempererat persaudaraan sekaligus menggerakkan partisipasi masyarakat untuk mendukung pembangunan fasilitas keagamaan.


Tinggalkan Balasan