1.310 WNA Cina Pemegang ITAS Tertinggi di Malut

TKA asal Cina saat berada di Pelabuhan Semut, Ternate

TERNATE-PM.comKementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum) Perwakilan Maluku Utara (Malut) melalui
Imigrasi kelas I Ternate, mencatat Warga Negara
Asing (WNA) pemegang izin tinggal terbatas (Itas) paling tertinggi berasal dari Cina sebanyak 1.310
orang.

"Jadi
data tersebut dari jumlah pemilik Itas WNA dari 16 negara asing terhitung dari
(10/09/2019) sebanyak 1.355 orang. Dari angka tersebut China lebih tertinggi yakni 1.310
orang," kata Humas Imigrasi kelas I Ternate Kamali kepada Posko Malut
akhir pekan kemarin

Menurutnya,
dari jumlah pemegang Itas tersebut paling banyak tersebar di Malut, di antaranya di Kota
Ternate,  Kota Tidore kepulauan, Halsel, Halbar, Sula dan Taliabu. "Ini
kebanyakan pencari kerja di tambang," ujarnya. (red)

Sementara
itu, Sahroni A Hirto, Akademisi
Jurusan Ilmu Administrasi Negara UMMU,  menanggapi adanya tinggi jumlah data
para WNA yang mencari kerja di Malut. Lanjut Sahroni, tingginya angka-angka
tenaga kerja asing tentu menggangu daya serap bagi pekerja lokal.

"Jika
melihat kecenderungan angka ini akan terus bertambah, jadi kiranya pemprov wajib melakukan
pembatasan kepada seluruh perusahaan yang beroperasi guna mengukur daya serap
tenaga kerja lokal di setiap perusahaan yang beroperasi di Malut," katanya.

Untuk itu, dirinya meminta DPRD menggunakan fungsi kontrol untuk mengawasi pemprov dalam hal membatasi angka TKA, guna meningkatkan data serap tenaga lokal. "Jika fungsi ini tidak dijalankan, tentu peningkatan TKA di Malut tidak bisa kita bendung dan berimbas pada angka pengangguran di Malut," katanaya. (red)

Artikel ini sudah diterbitkan di SKH Posko Malut,
edisi
Senin 07
Oktober 2019, dengan judul
‘’WNA
Cina Pemegang ITAS Tertinggi di Malut

Komentar

Loading...