3 Bulan, Tim Covid-19 Malut Habiskan Rp 20 M

Ilustrasi_anggaran_covid

SOFIFI-PM.com, Tim gugus tugas penanganan percepatan virus corona (Covid-19) Provinsi Maluku Utara (Malut) sampai saat ini sudah menghabiskan anggaran sebanyak Rp 20 miliar.

Anggaran yang digunakan tim gugus tugas selama dibentuk dari bulan Maret sampai dengan Mei ini bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Provinsi Malut tahun 2020. ”Anggaran penanganan covid-19 yang sudah terpakai sampai dengan 29 Mei 2020 sebesar Rp 20 miliar. Anggaran ini, bersumber dari total Dana Tak Terduga (DTT) yang senilai Rp 148 miliar,”  ujar Sekretaris provinsi (Sekprov) Malut Samsuddin A Kadir saat dikonfirmasi awak media usai rapat dengan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Malut, Selasa (9/6).

Samsuddin mengaku, menilai rapat yang digelar Pansus tersebut sudah sesuai dengan fungsi kontrol DPRD.  “Saya sudah sampaikam realisasi anggaran penanganan covid-19. Prinsipnya, DPRD memberikan dukungan terhadap kerja-kerja gugus tugas sepanjang masih membutuhkan penambahan anggaran, DPRD siap membantu,” kata Samsudin.

Samsuddin mengaku meskipun belum mengetahui wabah ini kapan akan berakhir, namun anggaran yang tersedia untuk penanganan Covid-19 di Malut untuk beberapa bulan kedepan masih bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan. "Karena kita masih saja berusaha, karena belum tau wabah ini berakhirnya kapan, kita berusaha memenuhi sesuai dengan kebutuhan," ungkapnya.

Dirinya juga mengakui, kebutuhan untuk pencegahan dan penanganan saat ini bisa mengarah pada pelaksanaan pemenuhan-pemenuhan upaya penindakan seperti PSBB. Tetapi itu tergantung dari penetapan terhadap situasi yang ada. “Kita memang sekarang belum beralih PSBB, era new normal kita masih melihat situasi kedepan, langkah-langkah yang kita ambil sesuai kajian-kajian epidemiologi  apa yang harus kita bijaki dan kita ambil," katanya. 

Selain itu, dia juga mengungkapkan,  kedepan mungkin pembiayaan pada bidang pencegahan lebih ditingkatkan. "Kita lebih baik mencegah daripada mengobati, kalau kita sudah mencegah berarti orang tidak perlu masuk rumah sakit," pungkasnya. (iel/red)

Komentar

Loading...