poskomalut.com
baner header

Kenaikan Cukai Rokok Bisa Pengaruhi Inflasi

TERNATE-PM.com, Pemerintah sudah memutuskan menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23 persen. Dengan kenaikan cukai rokok ini otomatis harga jual rokok eceran juga naik, yakni ke angka 35 persen. Kenaikan cukai dan harga jual eceran ini mulai berlaku 1 Januari 2020 dan akan ditetapkan dalam peraturan menteri keuangan (PMK).  Kepala BI Perwakilan Malut, Gatot Miftahul Manan, Jumat (25/10/2019) menjelaskan, kenaikan cukai rokok ini dibuat agar bisa mengendalikan perilaku hidup yang sebelumnya kurang sehat menjadi desinsentif bagi perokok. “Harapanya konsumsi rokok lebih terkendali, sehingga secara keseluruhan masyarakat itu jadi lebih sehat,” katanya.

Kendati begitu, kenaikan cukai rokok juga tentu memengaruhi inflasi di Malut, khususnya Ternate. “Kalau misalnya dengan adanya kenaikan cukai ini tidak menghentikan kebiasaan perokok, berarti sedikit banyak memberikan sumbangan kepada inflsi. Tapi kalau melihat secara kuantitatif saja, ini jumlah perokok sebenarnya cukup banyak sehingga dampaknya terhadap inflasi sebenarnya. Kecuali kalau kenaikan cukai itu sensitif mengurangi konsumsi rokok,” jelasnya.

Tinggi rendahnya angka inflasi tergantung pada berubahnya pola konsumsi rokok masyarakat. Secara kualitatif menurut dia, konsumsi masih akan tetap bertahan meski dengan harga tinggi. “Maka kenaikan konsumsi ini sebenarnya disertai dengan kegiatan yang lain. Misalnya di Provinsi Malut khususnya Ternate diimbangi dengan kegiatan-kegiatan yang lain adalah olahraga dan lain-lain itu juga membantu. Pengetahuan di bidang olahraga ini akan mendorong mereka bisa menjadi untuk sehat dan irit kantog,” katanya. (i-phan/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: