TERNATE- PM.com, Dalam diskusi publik memperingati Satu Dasawarsa Komunitas Jarod, Jumat (18/9) malam. Calon Wakil Wali Kota Ternate Asgar Saleh memaparkan program 10 tahun kedepan jika mereka dipercayakan memimpin Kota Ternate.
Menurutnya, Kota Ternate harus dibangun dari sisi SDM, kesehatan, pendidikan. Selain itu, Sultan Ternate juga akan menjadi bagian dari forum pimpinan daerah.
Asgar menjelaskan, Ternate mempunyai ciri pluralis, terbuka dan semua punya hak untuk dilindungi dari siapa yang memimpin. “Kami harus realistis, Kita butuh dukungan dari berbagai pihak untuk menyelesaikan permasalah kota ini. Tagline kami bersama kami lebih baik. Kita akan bergabung ke yang terpilih untuk bersama berpikir bagaimana bekerjasama membangun kota Ternate yang lebih baik,”ujarnya.
Apalagi saat ini kata dia, angka pengangguran sangat tinggi, terutama yang berKTP asli Ternate tidak ada satu orang Ternate yang jadi Kajari, kapolres mapun danlanal. Banyak kekurangan nilai pendidikan dan aspek fisik. “Kami ingin menerapkan intervensi. membuat tim spotting yang disebar di level SMP untuk kita dampingi dan berikan subsidi makanan dan jaminan sehingga bisa mengembangkan potensinya,”tandasnya.
Lanjutnya, Kota ini punya problem ada anomali soal faktor ekonomi. Logikanya rakyat kota Ternate harus bahagia. Tapi, ada 7 ribu orang di Ternate masih miskin. Menurutnya, Investasi pemkot padat modal bukan padat karya, karena Investasi banyak dari pemerintah dan bukan swasta. Makanya, Pengangguran dan kemiskinan masih tinggi.
“Bahwa yang berkompetesi kita ingin kota ini maju berkembang metropolis. Tidak hanya dibangun dengan bangunan bertingkat mall, sementara sumber daya manusia masih menjadi penonton,” ungkapnya.
Asgar bilang, banyak guru SD masih mengajar dengan diploma, kemudian untuk kesehatan, Ternate tidak punya RS Umum. Makanya banyak putra putri daerah sekembalinya dari studi harus ke Provinsi karena Ternate tidak punya RS umum.
Terkait dengan Ekonomi Asgar memaparkan, soal Kebutuhan pangan impor dari daerah luar, Pemkot sudah lakukan menunya. Tapi setelah bagikan bibit, petanilah yang berinteraksi sendiri. Maka dari itu kedepannya pemerintah berpikir melakukan intervensi ini. Bukan hanya di bagian bagi-bagi jaring, katinting dan bibit. Tapi pemerintah harus hadir seluruh kebutuhan lokal hingga ke pasar. Bukan hanya pasar yang dibangun tapi mekanisme pasarnya.
Kemudian soal perikanan, Luas lebih dari 98 persen. Namun Perikanan tidak menjadi leading sektor. Meskipun, Ternate garis pantai pendek tapi ada dua pelabuhan perikanan. Ada banyak ikan yang masuk tapi di pasar mahal, itu yang harus di berikan perhatian oleh pemkot.
Dirinya juga menyingung, soal Infrastrukur. Salah satunya soal Air misalnya. Aspek manejemen di PDAM Ternate jadi problem serius tata kelola. Maka dari itu harus memberikan ruang untuk kaum profesional yang basisnya terbatas soal ASN. Dan yang Terakhir, basisnya adalah pada adat seada torang. (Ris/red)



Tinggalkan Balasan