SOFIFI-PM.com, Wakil Gubernur Maluku Utara, M Al Yasin Ali, akan mengusulkan kepada Presiden RI Joko Widodo, pembangunan bandara provinsi di Kabupaten Halmahera Tengah. Usulan ini akan disampaikan pada saat orang nomor satu di Indonesia ini melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Halmahera Utara, besok (hari ini).
“Recana kunjungan presiden sesuai dengan susunan acara yang saya lihat itu tidak ada sambutan dari gubernur dan wakil gubernur. Yang ada hanya sambutan Mentri Perhubungan dan Presiden. Untuk itu jika berkesempatan saya akan mengusulkan pembangunan bandara provinsi,” kata wagub, saat dikonfirmasi wartawan usai meninjau pelaksanaan ujian sekolah, Selasa.
Orang nomor dua di Pemprov Malut itu menuturkan usulan bandara provinsi karena Bandara Sultan Babbulah Kota Ternate yang menjadi alternatif di Provinsi Malut sudah tidak bisa dikembangkan lagi karena persoalan lokasi yang tidak memadai. Bahkan jika dipaksakan untuk melakukan penambahan akan menelan biaya yang cukup mahal.
“Saya sudah ketemu dengan Dirjen Perhubugan, Bandara di Ternate ini sudah tidak bisa lagi dikembangkan. Bisa dikembangkan kalau timbun laut dan itu anggaranya lebih besar dari kita bangun satu bandara baru,” jelasnya.
Selain itu juga kondisi laut di Kota Ternate terbilang cukup dalam, berbeda dengan daerah lain yang lautnya tidak dalam sehingga jika ditimbun tidak membutuhkan banyak matrial.
“Ini kita paksa, yang itu nantinya membutuhkan matrial timbunan yang cukup banyak,” tambahnya.
Lokasi pembangunan bandara provinsi yang layak kata wagub, ada di wilayah Halmahera Tengah. Pasalnya, lokasi itu sudah ada penlok (penetapan lokasi) dari kementerian perhubungan. Sedangkan jika lokasi di Loleo, Kecamatan Oba, Kota Tikep yang saat ini diusulkan gubernur belum ada PenPenlo.
“Soal lokasi tetap di Pulau Halmahera, apakah Penlok kemarin itu yang dipakai ataukah kita usulkan yang baru di sekitran dekat Sofifi. Nanti kita lihat,” tutupnya.(iel/red)



Tinggalkan Balasan