SOFIFI-PM,.com, Menteri Perhubungan RI rupanya menolak usulan Gubernur Maluku Utara, KH Abdul Gani Kasuba, terkait pembangunan Bandara Udara di Loleo, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan dengan alasan keselamatan penerbangan.

Kepala Dinas Perhubungan Malut, Armin Zakaria, saat dikonfirmasi mengaku alasan Menhub menolak  usulan pembangunan Bandara Udara di Loleo karena jarak dengan  bandara udara Sultan Babullah Ternate sangat dekat sehingga resiko kecelakaan udara tinggi.

”Jarak antara Loleo dengan Bandara Sultan Babullah itu hanya 65 kilometer. Dalam ketentuan harus diatas itu sehingga resiko kecelakaan bisa terjadi sehingga pembangunan Bandara Udara Loleo tidak bisa,”ujarnya.

Menurutnya, usulan pembangunan Bandara Udara di Loleo Oba rupanya bukan baru pertama kali di tahun ini, namun tahun 2016 lalu juga sudah pernah diusulkan dan Dirjen Perhubungan Udara telah menjawabnya.

”Tahun 2016 Dinas Perhubungan dan Infokom Malut, pernah mengirim dokumen pembangunan bandara usulkan dan telah dijawab bahwa tidak bisa. Saya baru mengetahui setelah berdialog dengan dirjen perhubungan udara dan diperlihatkan surat jawabannya. Saya baru tahu itu padahal sebelumnya telah diusulkan juga,”bebernya.

Ditolaknya usulan ini maka rencana pembebasan lahanpun tidak bisa dilakukan. ”Pembebasan lahan jika sudah ada SK penetapan lokasi (penlok) dari Menhub maka dari itu tidak dapat dilakukan pembebasan lahan karena Menhub tidak merespon usulan kita,”ujarnya.

Mantan jubir Gubernur Malut, itu mengaku Menhub memberikan kebijakan alternatif sebagai pengganti usulan gubernur dengan mengusulkan pembangunan jalan alternatif dari Sofifi ke Bandara Kuabang Kao, Halmahera Utara. ”Alternatif pembangunan jalan alternatif dari Sofifi ke Bandara Kuabang Kao, dimana saat ini jarak dari Sofifi ke bandara kurang lebih 130 kilo meter dengan durasi waktu 2 jam, dengan dibangun jalan alternatif (jalan lurus) mengurangi jarak jadi 60 km lebih atau hanya 45 menit dari Sofifi ke Bandara Kuabang. Hal ini sangat direspon,”bebernya.

Ia menambahkan dengan pinjaman bangun jalan alternatif ini, Sofifi akan berkembang karena dalam pengembangan ibu kota provinsi (Sofifi), juga akan dibangun pelabuhan peti kemas dan penumpang di Gita.”Karena Bandara berada di bagian utara maka pelabuhan bagian selatan, yakni di Pelabuhan Gita, karena lokasi ini sangat layak,”kata Armin mengakhiri.(iel/red)