SOFIFI-PM.com, Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan Aset Daerah Provinsi Maluku Utara, belum bisa melakukan pembayaran hutang pada pihak ketiga lantaran dinas terkait yang memiliki hutang belum melakukan penginputan DPA.

Dari 15 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki hutang ke pihak ketiga, baru 7 SKPD sudah selesai penginputan dan sudah siap dilakukan percetakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

SKPD sudah selesai penginputan  dan sudah siap dicetak DPA yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan Kawasan dan Pemukiman, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Perhubungan, BPBD Malut dan Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Asest Daerah dan Dinas Kearsipan.

Sementara OPD yang belum melakukan penginputan DPA yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Sekertariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Biro Organisasi, Dinas Pariwisata, Biro Umum dan Perlengkapan. Sedangkan Dinas kesehatan dalam tahap penginputan RKA sebab masih 70 persen penginputan DPA, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Biro Humas juga belum dilakukan penginputan.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Asset Daerah (BPKPAD) Malut Ahmad Purbaya, saat dikonfirmasi wartawan melalui saluran WhatsApp kemarin mengatakan, ini merupakan dokumen yang memuat pendapatan dan belanja setiap OPD yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan oleh pengguna anggaran. Salah satunya pembayaran hutang pihak ketiga.

Menurutnya, meskipun sebagian SKPD sudah selesai input, BPKPAD belum bisa melakukan pembayaran hutang  karena harus menunggu data SKPD yang selesai input DPA. Karena sistem pembayaran hutang keseluruhan sehingga SKPD yang belum selesai input segera diselesaikan untuk secepatnya diproses. “Intinya BKPAD siap membayar hutang pihak ketiga tanpa ada kendala apabila semua SKPD sudah selesai melakukan penginputan dan cetak DPA,” ujarnya. Ia berharap dalam waktu dekat semua OPD sudah harus menyelesaikan DPA, sehingga hutang tersebut dapat diselesaikan segera mungkin.  “Kalau OPD yang belum lakukan penginputan bisa memperhambat, “ujarnya. (iel/red)