TERNATE-PM.com, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate angkat bicara terkait polemik jumlah penumpang yang tercatat dalam manifes Kapal Motor (KM) Karya Indah yang terbakar di Perairan Lifmatola, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Sabtu (29/5/2021)

Kepala KSOP Kelas II Ternate, Affan Tabona didampingi Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan, Muhlis Junaidi dalam Konferensi Pers di Kantor KSOP Ternate Senin, (31/5/2021) menegaskan bahwa, data penumpang KM Karya Indah yang disampaikan tersebut berpedoman pada manifes yang diterima petugas dari nakhoda kapal.

“Kami (KSOP) tetap berpatokan pada jumlah di manifes yaitu 181 orang dan 14 ABK” tegas Affan.

Manifes data KM Karya Indah ini menurut dia,telah dilaporkan ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub-RI).

Terkait dengan selisih data penumpang bukan kewenangan pihaknya, tetapi tanggung jawab nakhoda atau pemilik kapal.Karena KSOP hanya mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) kapal setelah menerima laporan manifes data.

“Pemberian SPB ke mereka, setelah nakhoda telah menyatakan kapal mereka clear (tidak ada masalah) dan SPB dikeluarkan setelah dia (nakhoda) mengajukan surat Master Sailing Declaration ke kita,”ucapnya.

Diketahui, Master Sailing Declaration merupakan surat pernyataan yang dibuat oleh nakhoda yang menerangkan bahwa kapal, muatan, dan kebangkitan kapalnya telah memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan serta perlindungan lingkungan maritim untuk berlayar ke pelabuhan tujuan.

“Dengan surat itu kita dari syahbandar tidak lagi mencampuri urusan itu, karena jumlah penumpang masih di bawah standar kapasitas penumpang kapal yaitu 300 orang, dan 181 penumpang artinya kapasitasnya masih normal,”sebutnya.

Selain manifes, barang bawaan penumpang yang ada di dalam kapal juga tidak menjadi tanggung jawab petugas untuk mengeceknya secara detail.

“Soal barang bawaan penumpang, komprador dan mualim III sudah mengeceknya sesuai arahan nakhoda untuk mengantisipasi barang bawaan yang berbahaya, dan jika ditemukan barang berbahaya atau terselubung itu jadi tanggung jawab mereka.,” Sambungnya.

Petugas Syahbandar lanjut Affan,tidak lagi melakukan pengecekan satu persatu, baik penumpang maupun barang bawaan penumpang, karena SPB dikeluarkan sudah berdasarkan isi pernyataan nakhoda atau pemilik kapal dalam Master Sailing Declaration.

“Pokoknya di atas kapal menjadi tanggung jawab nakhoda, kita hanya terima manifes saja,” pungkasnya.

Sesuai data yang diperoleh KSOP Kelas II Ternate dari KM Karya Indah, jumlah penumpang sebanyak 181 orang dengan rincian, 155 penumpang dewasa, 22 anak-anak, dan 4 orang lansia serta 14 anak buah kapal.

Ditambahkan, KSOP kelas II Ternate, Malut pada prinsipnya telah melakukan pengawasan dan pemeriksaan di pelabuhan yang ada di kota Ternate sudah maksimal.

“Pengawasan ini bukan hanya sekarang yang diperlukan namun sudah berjalan sejak awal, diantaranya mulai dari pengawasan bagi penumpang yang berangkat harus menggunakan life jacket, pengiriman barang harus dititipkan ke loket dan yang masuk atau naik ke kapal harus miliki tiket,”imbuhnya.

Hanya saja, butuh kesadaran bersama dengan masyarakat dan merubah pola kebiasaan pada saat keberangkatan.

“Kita perketat pengawasan di lapangan, tapi masyarakat kita juga harus taat dengan sistem yang ada,”lanjutnya.

Kepedepan lanjut dia,mungkin akan diperketat sistem di lapangan agar bisa mengantisipasi kejadian yang akan terjadi, namun jika masih terjadi maka butuh kesadaran masyarakat.

“Kita juga terus berupaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar bisa sama-sama taat kepada aturan, karena selama ini kita sudah berusaha memberikan pengawasan di lapangan, tapi tetap ada saja masyarakat kita yang bandel dan ditemukan di lapangan,”jelasnya.

Sementara itu, hingga memasuki hari ketiga, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban kapal terbakar atas nama Dedi Hidayat, guru SMKN 1 Sanana yang hilang setelah menyelamatkan istri dan tiga anaknya

Kepala Basarnas Ternate, Muhamad Arafah menyebutkan, mengungkapkan, proses pencarian ini dilakukan pada pukul 07.00 Wit, Tim SAR bergerak menuju area yang telah ditentukan untuk pencarian dan pertolongan terhadap korban

Dalam pencarian tersebut, Tim SAR Gabungan dibagi menjadi tiga kelompok. SRU 1 menyisir sepanjang pesisir Utara Pantai Desa Waisum dengan luas area pencarian 48,3 mil laut, SRU 2 dengan luas area pencarian 32 mil laut, dan SRU 3 dengan luas area pencarian 32 mil laut.

Pihak Basarnas juga telah menyampaikan kepada nelayan dan kapal yang melintas di area ini agar segera melapor apabila melihat atau menemukan korban.

“Semoga kerja keras Tim SAR Gabungan ini, korban bisa ditemukan,”tuturnya.

Dilain pihak, berdsarkan data dari Basarnas Ternate, jumlah penumpang KM. Karya Indah untuk hingga Senin pagi tadi bertambah 8 orang dari sebelumnya 275 menjadi 283 termasuk satu penumpang dalam pencarian.

Data ini masih akan diupdate jika ada perubahan sesuai dengan perkembangan di lapangan.(red)