SOFIFI-PM.com, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Malut, diberikan tanggung jawab melakukan renovasi 100 unit perumahan ASN di Sofifi guna dijadikan sebagai tempat inap para kafilah STQ Nasional pada Oktober mendatang, namun belum selesai. Dari 100 unit baru 35 unit yang direnovasi sehingga membuat sekprov geram.

Ketua panitia daerah Salmin Janidi menyebutkan,  anggaran Rp 345 miliar untuk kesiapan  menyambut STQ yang tersebar  di masing – masing OPD, salah satunya Dinas Perkim senilai Rp 1 miliar untuk melakukan renovasi perumahan ASN I  yang dibagi 100 unit. Partisipasi dari OPD sudah selesai direnovasi, sementara dinas Perkim dari anggaran Rp 1 miliar renovasi 100 unit baru selesai 35 unit.

Salmin mengaku,  hanya 35  unit yang selesai sehingga ini  yang menjadi masalah.  “Padahal torang pe kesepakatan dorang selesaikan 100 unit dan   SKPD selesai 100 unit 48 unit sapa yang tinggal dia yang cat,”katanya.

Kepala Bappeda Malut menambahkan, jika 100 unit yang dibebankan partisipasi OPD sudah selesai, sementara Perkim 100 unit baru selesai 35 unit dengan berbagai alasan. ”Salah satu Perkim beralasan  ASN yang tinggal di rumah tidak ada dan sebagainya, sementara setelah dipantau sekda diluar juga belum dicat,”bebernya.

Menurutnya, SK pembagian untuk pengisian isi rumah  dan perawatan  ASN I dan II  agar dianggarkan pada perubahan anggaran dan setelah dihitung akan dianggarkan  Rp 195 juta  per OPD di perubahan anggaran. Oleh karena itu harus ada SK alokasi rumah dinas per OPD, sehingga 1 dinas mengisi 8 unit rumah dari total 45 OPD didalamnya  perawatan dan pengisian tempat tidur dan AC serta kelengkapan lainnya. Maka dilakukan indentifikasi  terlebuh dahulu, karena ada sebagian yang ada AC dan tempat tidur masih layak sehingga semua harus didata. “Karena dua item pertama perawatan dan pemeliharaan dan pengsian rumah, karena target  anggaran perubahan diketuk 30 Agustus , sehingga September mulai action,”pungkasnya.(iel/red)